Kemenko PMK dan ementan Jalin Kerja Sama untuk Swasembada Buah

Lewat kerja sama ini kita berharap akan ada pengembangan tanaman buah di daerah-daerah dan nanti program ini membuat buah lokal kita merajai dan menjadi pondasi ekonomi rakyat Indonesia

Foto dok Kemenko PMK

Menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Kemenko PMK dan Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa (9/8) dilakukan Perjanjian Kerja Sama antara Kemenko PMK dan Direktorat Jendral Holtikultura Kementan. Perjanjian Kerja Sama itu sebagai bentuk dukungan terhadap Program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui Aksi Nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi berharap Direktorat Jendral Holtikultura ikut berkonstribusi dalam penyediaan bibit tanaman buah sebagai wujud gotong royong dalam menjalankan program GNRM.

“Selain itu, kami berharap bibit tanaman buah ini bisa ditanam lewat Aksi Nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon untuk Gerakan Indonesia Mandiri. Dimana lewat aksi ini ke depan diharapkan bisa mendorong kemandirian ekonomi masyarakat selain juga untuk ketahanan pangan lebih-lebih dengan adanya perubahan iklim,” tutur Didik

Ditambahkan Didik, Aksi Penanaman Sepuluh Juta Pohon ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam melestarikan alam dan menekan dampak perubahan iklim sekaligus mendorong pembudayaan karakter dan gaya hidup cinta lingkungan.  “Mengapa buah, karena kita juga prihatin dengan gempuran buah impor di pasar kita,” imbuhnya

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyambut baik kerja sama itu. “Ini sejalan dengan program kami, dimana kami memiliki program Kampung Holtikultura. Kampung mana yang cocok dengan tanaman  ini dan itu. Untuk itu, tentu kami akan mendukung dan mengecek ketersediaan bibit serta identifikasi,” tuturnya seraya menyebut bahwa pihaknya sudah memiliki 2000 kampung buah dan sudah teregistrasi.

Kerja sama dengan Kementan, menurut Prihasto juga bisa diperluas tidak hanya dengan Dirjen Holtikultura namun juga bisa dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). “Di Badan Litbang Pertanian ada kebun-kebun percobaan dan menyediakan bibitnya,”tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Asisten Deputi Revolusi Mental, Katiman Kartowinomo juga berharap ada kerja sama dalam pelatihan pembibitan. Diharapkan dengan berjalannya program Gerakan Indonesia Mandiri, tiap desa bisa membuat dan menyediakan bibit tanaman buah sendiri sehingga tidak perlu menunggu dari pemerintah.

“Nah makanya kerja sama bisa diperluas dengan merangkul BPPSDMP, dimana akan dibantu untuk pelatihan pembibitan itu,” ujar Prihasto menjawab kemungkinan tersebut.

Kementan lewat Direktorat Jenderal Hortikultura sudah dipastikan  akan mendukung bahkan nanti ke depan akan membantu memasarkan produk-produk buah-buahan di daerah-daerah.

“Lewat kerja sama ini kita berharap akan ada pengembangan tanaman buah di daerah-daerah dan nanti program ini membuat buah lokal kita merajai dan menjadi pondasi ekonomi rakyat Indonesia,” tutur Prihasto.

Melalui Aksi Nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon, sejalan dengan Gerakan Indonesia Mandiri, Didik berharap pemerintah bisa memberikan legacy dalam  membangun pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ini adalah sejarah, harapan kita pemberdayaan masyarakat kita makin bagus, dan aksi penanaman ini tidak berhenti di sini saja namun terus  sampai kita bisa mengekspor buah-buahan kita,” pungkas Didik. #Ayoberubah #RevolusiMental #GerakanIndonesiaMandiri