Gegara Masuk Kategori Energi Terbarukan, Pengusaha Sawit Minta Jadi Anak Emas, Sri Mulyani Harus Gelontorkan Insentif Rp20 Triliun

Pengusaha meminta bahan bakar biodiesel mendapat perhatian khusus. Salah satunya diberi insentif lebih dari yang sekarang sudah diberikan, apalagi ini termasuk kategori energi yang terbarukan.

minyak sawit bahan baku biodiesel, salah satu energi terbarukan

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi) Bidang Rantai Pasok Bernard A. Riedo dalam acara Exclusive Interview oleh CNBC Indonesia. "Kalau melihat dari luar negeri, harusnya renewable energy itu yang disubsidi. Harapannya ini bisa diterapkan dan didukung di Indonesia," kata Bernard, Kamis (30/07/2020).

Apalagi, devisa yang diberikan oleh sektor ini pada devisa negara mencapai Rp100 triliun per tahun. Sebagai timbal balik, Para petani sawit lebih dimanjakan dengan kemudahan pengajuan Program replanting atau peremajaan kebun kelapa sawit.

Sebelumnya, pemerintah memberi 14 syarat yang harus dipenuhi petani untuk bisa mendapat hibah ini. Kini, cukup dengan dua syarat, petani bisa mendapat hibah Rp30 juta. "Dalam kaitan replanting, kita berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian yakni Dirjen Perkebunan. Seluruh verifikasi terhadap perkebunan yang bisa diberi dukungan dana dikaitkan persyaratan," Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrahman.

"Memang ada persyaratan yg dipenuhi agar petani bisa ikut. Dulu ada 14 persyaratan. Kemudian mulai 8 dan sekarang 2," imbuh Eddy.

Dia memerinci, aspek pertama adalah aspek kelembagaan. Petani harus memiliki kelompok, baik kelompok tani maupun koperasi. Hal ini dimaksudkan agar dana yang disalurkan bisa dikelola lebih efisien. Sementara, aspek kedua adalah legalitas. Petani tersebut harus memiliki tanah bukan di kawasan hutan. Kemudian ada dokumen dan SHM. "Sekarang surat keterangan tanah cukup dikeluarkan kepala desa," ujarnya.