Tiga Pengedar Uang Palsu Berhasil Dibekuk, Ditaksir Nilainya Hingga Setengah Miliar

Pihak Kepolisian berhasil meringkus tiga orang pelaku pengedar uang palsu di Kabupaten Klaten.

Ilustrasi.

Tiga orang pengedar uang palsu (upal) Rp 50 hingga Rp 100 ribu yang menembus setengah miliar tepatnya Rp 465,7 juta berhasil dibekuk Polisi di Kabupaten Klaten.

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkapkan, pihaknya tiga orang peneger upal tersebut merupakan yang bukan berasal bukan dari Kabupaten Klaten.  “Hendak diedarkan,” ungkapnya saat jumpa press di Polres Klaten, Senin (29/6/2020).

Edy mengatakan, identitas 3 pelaku masing-masing pelaku berinisial NC (45), TH (52), dan AH (50). Dua pelaku dari Jawa Barat (Jabar) yakni NC beralamat di Kampung Ciputen, Kelurahan Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang dan AH berasal dari Kelurahan Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Adapun satu orang lainnya TH dari Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Candika, Kabupaten Muaronbungo, Jambi. “Mereka ditangkap di lokasi berbeda, 3 pelaku upal ditangkap di dua wilayah,” akunya.

Satu orang pelaku ditangkap di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten dan dua orang lainnya ditangkap di Kampung Blothongan, Kelurahan Siderejo Lor, Kecamatan Siderejo, Kota Salatiga. 

“Pelaku NC ditangkap di Jatinom, saat upal akan diedarkan, sedangkan dua pelaku TH dan pelaku AH diamankan di Salatiga, tepatnya di rumah kontrakan tempat mereka mencetak uang palsu,” kata Edy.

BB dari pelaku berupa pecahan Rp 50 ribu sebanyak 4.792 lembar, pecahan Rp 100 ribuan sebanyak 375 lembar, 271 lembar kertas uang pecahan Rp 50 ribu yang belum terpotong dan 224 lembar kertas uang pecahan Rp 100 ribu yang juga belum dipotong.

Saat ini pelaku akan dijerat pasal 36 ayat (1), Jo (2) Undang- Undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. “Ketiga pelaku dijerat dengan pidana penjara 10 tahun dan pidana denda Rp 10 miliyar rupiah,” jelas Edy