Dipicu Saling Hina, Pemuda 25 Tahun Nekat Tikam Rekan Kerja Hingga Tewas

Aksi penikaman terjadi karena pelaku dan korban sering terlibat adu mulut hingga mengakibatkan perkelahiannya yang berujung kematian.

Ilustrasi penikaman.

Gara-gara sering ribut di kerjaan, seorang pemuda yang berinisial SH (25) nekat menikam teman kerjanya. Aksi penikaman berlangsung tidak jauh dari tempatnya bekerja, di Jalan Binalatung RT. 12 Kelurahan Pantai Amal.

Sempat duel, LK (22) akhirnya meninggal dunia tidak lama setelah dilarikan ke RSUD Tarakan. Kasat Reskrim AKP Guntar Arif Setiyoko melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Tarakan Iptu Raja Taufik menuturkan, setelah ia mendapatkan informasi perkelahian sekira pukul 22.00 Wita. Pihaknya pun langsung melakukan olah TKP bersama personel Unit Reskrim Polsek Tarakan Timur.

“Kejadian penganiayaan itu sekira pukul 20.45 Wita, kita olah TKP jam 10 malam dan pelaku menyerahkan diri bersama keluarganya jam 2 dinihari, Minggu (28/6/2020),” kata Iptu Raja Taufik, Senin (29/6/2020).

Saat cekcok mulut antara korban dan tersangka memang membawa senjata tajam masing-masing. Korban membawa keris, tersangka membawa badik. Barang bukti yang diamankan baru keris milik korban, sedangkan badik milik tersangka masih dalam pencarian dan belum ditemukan. Pengakuan tersangka lupa membuang di mana.
 
Sedangkan SK dikenakan pasal 353 ayat 3 KUH Pidana subsider pasal 351 ayat 3 KUH Pidana, tentang penganiayaan yang direncanakan dan mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Alasan SH nekat menikam korban, mengaku kesal karena kerap dihina oleh korban, sehingga ia pun emosi dan mengambil badik dari kamarnya. Awalnya yang karena salah paham, kemudian terjadi keributan dan setiap hari saling ejek.

“Sesabar-sabarnya juga, kalau dipaksa melawan ya bakal melawan,” kata SH ditemui di sela pemeriksaan polisi, Senin (29/6/2020).

Korban dan pelaku ini merupakan perantauan ke Tarakan dan bekerja sebagai petani rumput laut. Baru tiba dari Sulawesi Selatan, sekira 6 bulan lalu dan keduanya bekerja di tempat yang sama. Bertemu setiap hari, keduanya bukan semakin akrab malah bertengkar dan saling ejek setiap hari.