Sembunyikan Sabu di Anus, Tiga Orang Ditangkap di Sebatik

Dari ketiga pelaku diamankan barang bukti sebanyak 289,03 gram

Ilustrasi

Jajaran Sat Resnarkoba Polres Nunukan berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional.

Pelaku menyembunyikan sabu-sabu di dalam anus.

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar melalui Kasat Resnarkoba Polres Nunukan Iptu Lusgi Simanungkalit mengungkapkan, tiga pria yang ditangkap, yakni berinisial AL, MS dan IR.

Lusgi menjelaskan, AL ditangkap terlebih dahulu saat berada di Lalesalo, Kecamatan Sebatik Utara yang baru saja tiba dari Tawau, Malaysia. Dari AL, polisi menemukan dua bungkus sabu-sabu, ukuran besar.

Kepada polisi, AL mengaku akan membawa sabu-sabu tersebut menuju Parepare, Sulawesi Selatan. Sabu yang di bawa AL, diperolehnya dari SK, salah satu pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO), yang tinggal di Batu 2 Tawau.

Kemudian kembali ditangkap dua orang pelaku lainnya yaitu MS dan IR di pelabuhan speedboat Desa Pancang. Dari keduanya, diamankan empat bungkus sabu-sabu.

“Empat bungkus sabu-sabu, dimasukkan ke anus oleh MS dan IR saat berada di Hotel Laksama, Tawau,” ujar Lusgi.

MS memperoleh empat bungkus sabu dari temannya berinisial AS saat berada di Hotel Laksamana. Lalu, membaginya dua bungkus kepada IR.

“Jika lolos, sabu tersebut akan dibawa ke kampung halaman MS dan IR, di Kota Palu, Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Dari ketiga pelaku diamankan barang bukti sebanyak 289,03 gram.

Ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara diatas 10 tahun. Sedangkan untuk SK dan AS, kini DPO.