Brownies Ganja Dijual Via Online, Modus Baru Peredaran Narkoba dari Jepara

Ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun

Peracik sekaligus penjual Brownies Ganja, Franky Ervan Setiawan (24) saat di Mapolres Jepara, Jawa Tengah

Pemuda asal Kelurahan Demaan, Kabupaten Jepara, Franky Ervan Setiawan (24), diringkus aparat BNNP Jateng dan Satresnarkoba Polres Jepara.

Dia ditangkap lantaran kedapatan berbisnis barang haram jenis ganja. Mantan bartender ini meracik ganja sedemikian rupa hingga menyatu dalam adonan kue brownies. Brownies ganja, istilah menterengnya itu, dijual Franky secara online melalui akun Instagram dan aplikasi jual beli daring.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan menyampaikan, sepak terjang tersangka terungkap seusai tertangkap basah memesan daun ganja kering via online. Dimana barang itu dikirim ke rumahnya melalui agen jasa pengiriman awal pekan ini.

Setelah digeledah dan diperiksa, daun ganja kering seberat 6,1 gram yang dibeli Rp 1,2 juta tersebut ternyata akan digunakan tersangka sebagai bahan baku brownies ganja.

"Setelah digeledah di rumahnya, kami temukan lima paket brownies ganja siap edar," kata Brigjen Pol Benny di Mapolres Jepara, Kamis (30/7/2020). Satu paket brownies ganja dibanderol Rp 400 ribu melalui akun Instagram @420_desseert.

Dari keterangan tersangka, menikmati sepotong brownies ganja serupa efeknya dengan mengisap ganja. "Efeknya seperti mengisap ganja, saya pernah mencobanya bikin rileks," tutur Franky.

Kapolres Jepara, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada kepolisian terkait segala aktivitas kriminal. Termasuk peredaran gelap narkotika modus baru seperti brownies ganja. "Kami minta kerja sama dari masyarakat untuk memberantas kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba." Ujarnya.

"Tersangka ini terancam Pasal 111 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun," kata AKBP Nugroho.