Dilatarbelakangi Motif Asmara, Nani Si Pengirim Takjil Sianida Terancam Hukuman Mati!

Nani masih diperiksa di Mapolres Bantul. Akibat perbuatannya, Nani dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan terancam hukuman mati.

Nani Aprilliani Nurjaman. (foto: istimewa)

Satreskrim Polres Bantul akhirnya meringkus Nani Aprilliani Nurjaman (25), pengirim takjil beracun yang menewaskan seorang bocah di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Nani merupakan warga Jawa Barat yang tinggal di Bantul.

Nani adalah warga Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dia ditangkap setelah empat hari polisi melakukan penyelidikan kasus tersebut.

"Setelah lidik empat hari berhasil mengerucut kepada seseorang dan pada hari Jumat (30/4) kami berhasil mengamankan NA, seorang pekerja swasta asal Majalengka," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).

Polisi menyebut motif mengirim sate beracun itu karena Nani sakit hati dengan Tomy. Nani yang pernah menjalani hubungan dengan Tomy, diduga sakit hati karena Tomy menikahi wanita lain.

"Motifnya sakit hati, karena ternyata si target menikah dengan orang lain dan bukan dengan dirinya," terang Burkan.

Nani sakit hati dengan Tomy yang sudah menikahi wanita lain. Sementara R disebut polisi menyukai Nani.

Burkan menyebut saat ini pihaknya masih memburu R yang disebut menyarankan Nani memberi pelajaran kepada Tomy dengan memberikan kalium sianida yang dicampur dengan makanan.


Saat ini, kata Burkan, untuk Nani telah ditahan di Polres Bantul. Hal itu karena polisi masih memintai keterangan untuk penyelidikan lanjutan.

Selain menangkap Nani, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya dua unit motor matik, sepasang sandal, uang tunai Rp 30 ribu, kunci motor dan satu buah helm berwarna merah.

"Kemudian ada beberapa plastik kombinasi garis merah berisi 6 tusuk sate dan saus kacang. Kalau uang Rp 30 ribu itu yang dipakai untuk bayar ojolnya," katanya.

Nani masih diperiksa di Mapolres Bantul. Akibat perbuatannya, Nani dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan terancam hukuman mati.