Ini Bandara yang Alami Gangguan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi dibeberapa tempat di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Menhub Budi Karya dalam sebuah kesempatan.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi dibeberapa tempat di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan data yang diperoleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara ada beberapa layanan bandara di Sumatera dan Kalimantan terjadi pembatalan.

Diketahui, dua lapangan udara di Kalimantan Barat, yaitu Bandara Internasional Supadio mengalami gangguan penerbangannya akibat jarak pandang terbatas 400 meter, serta Bandar Udara Pangsuma, Putussibau yang jarak pandang 3.000 meter.
Selanjutnya, untuk di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), bandara yang mengalami gangguan yakni Bandara Kalimarau Berau dengan jarak pandang 400 meter dan Bandara A P T Pranoto, Samarinda, dengan jarak pandang 3.000 meter.

Sementara di Kalimantan Tengah, bandara yang terkena dampak kabut asap adalah Bandar Udara H Asan Sampit dengan jarak pandang 800 meter, serta Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya dengan jarak pandang 500 meter.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mencatat bahwa sebanyak 30 persen penerbangan harus dibatalkan karena imbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera.

Namun Budi mengklaim bahwa angka pembatalan 30 persen penerbangan tersebut sebenarnya tidak signifikan. “Yang cancel itu sebenarnya tidak signifikan, sekitar 20-30 persen,” ujar Budi di Gedung Kementerian Perhubungan, Selasa (17/9/2019).

Sejauh ini, terdapat tiga bandara yang mengalami dampak terburuk dari insiden kabut asap ini. Ketiga bandara itu semuanya berada di daerah Kalimantan Barat (Kalbar). “Dampak yang paling besar di Kalbar. Ada di tiga bandara di Pontianak, Ketapang, dan Sambas,” imbuhnya.
Kementerian Perhubungan terus menghimbau kepada pihak maskapai agar mengedepankan praktik kehati-hatian pada seluruh maskapai penerbangan. “Safety nomor satu, feasibility kita akan informasikan kepada maskapai agar mereka berhati-hati,” tegasnya.