Akibat Pandemi COVID-19, Lebih dari 1 Juta Anak di Sudan Selatan Kekurangan Gizi Akut

Laporan itu menyoroti fakta nyata bahwa hanya ada 7 persen anak-anak Sudan Selatan yang berusia di bawah lima tahun menikmati makanan yang cukup

Anak-anak di Sudan Selatan yang Jadi Perhatian Penuh UNICEF - Foto Unicef.org

The United Nations International Children's Fund (UNICEF) terus berupaya memberikan bantuan reguler kesehatan bagi anak-anak di Sudan Selatan meski berada di tengah pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Perwakilan UNICEF di Sudan Selatan, Mohamed Ag Ayoya, menjelaskn sekitar 84.625 anak-anak di negara itu menderita kekurangan gizi akut dan telah dirawat sejak awal tahun 2020 lalu.

“Sementara kami terlibat dalam respon terhadap penyakit COVID-19 bersama dengan mitra kami, sebisa mungkin kami terus menerapkan program regular, untuk memastikan akses ke layanan kesehatan dan nutrisi yang kritis untuk menyelamatkan jiwa bagi anak-anak, mengatasi kekurangan gizi akut yang parah, serta penyakit mematikan anak seperti malaria, infeksi saluran pernapasan akut dan penyakit diare,” kata Ayoya, dikutip seperti dari AA, Selasa (30/6/2020).

“Jika tidak melakukan hal itu akan memperburuk keadaan sejumlah besar anak-anak di Sudan Selatan karena penyakit dan bahkan mungkin kematian. Kami tidak bisa menerima itu terjadi,” katanya. 

Pemberlakuan pembatasan untuk mencegah penyebaran COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan dalam menyalurkan berbagai bantuan. 

“Karena pembatasan langkah-langkah pergerakan diberlakukan untuk menahan penyebaran COVID-19, kami juga telah berjuang untuk melakukan perjalanan dan mengirimkan pasokan ke seluruh negeri, dan beberapa program kami harus ditunda atau diperkecil. Kami berharap bahwa kondisi ini akan segera diatasi,” ungkapnya. 

“Karena sudah jelas bahwa COVID-19 telah menjadi bagian dari kenyataan Sudan Selatan untuk sementara waktu. Meski demikian semua harus dilakukan untuk memastikan anak-anak terus menerima layanan dasar kesehatan, nutrisi yang baik, pendidikan, WASH  (air, sanitasi, dan kebersihan) dan perlindungan, yang menjadi hak mereka,” lanjut Ayoya. 

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada Oktober 2019, UNICEF menilai bahwa, sekitar 1,3 juta anak-anak Sudan Selatan di bawah usia lima tahun berisiko menderita kekurangan gizi akut pada tahun 2020. 

Laporan itu menyoroti fakta nyata bahwa hanya ada 7 persen anak-anak Sudan Selatan yang berusia di bawah lima tahun menikmati makanan yang cukup.

Ini menggarisbawahi hubungan antara kekurangan gizi anak dan resiko penyakit umum, termasuk malaria, yang katanya sering berawal darikekurangan gizi. Organisasi global itu juga mengungkapkan bahwa hanya 50 persen rumah tangga di Sudan Selatan yang memiliki akses ke air bersih, sementara hanya 10 persen memiliki akses ke sanitasi yang lebih baik.