Sambil Tertawa-tawa Oknum Pegawai Starbucks `Zoom in` Aktivitas Pelanggan Wanita

Sambil tertawa seolah-olah bahagia dan merasa tak berdosa, salah seorang oknum meminta rekannya untuk melakukan zoom ke arah pelanggan wanita lainnya.

Oknum pegawai Starbucks Indonesia intip pelanggannya. (Foto: capture video)

Starbucks Indonesia menjadi perbincangan di kalangan netizen setelah beredar video oknum pegawai pria yang secara sengaja dengan melakukan zoom in (memperbesar gambar) dan merekam aktifitas pelanggan wanita lewat CCTV.

Dalam tangkapan layar itu, oknum barista itu zoom in ke bagian tubuh payudara pelanggan. Tertera tanggal CCTV itu 1 Juli 2020 pukul 18.03.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat oknum pegawai berkemeja hitam tengah melihat rekaman CCTV dari ruang kontrol CCTV.

Kemudian satu oknum pegawai di belakangnya mengambil video dan mengunggahnya di Insta Story pribadinya. 

Dalam video itu, oknum pegawai tersebut menyoroti tiga wanita yang tengah berdiri di depan kasir. Kemudian, salah satu oknum pegawai meminta kepada rekannya untuk memeperlihatkan wanita yang duduk berada di depan.

Sambil tertawa seolah-olah bahagia dan merasa tak berdosa, salah seorang oknum meminta rekannya untuk melakukan zoom ke arah pelanggan wanita lainnya. "Yang tadi di depan dong," kata oknum pegawai tersebut di dalam video.

Kemudian rekannya tersebut mengarahkan video CCTV ke arah kamera lainnya, terlihat seorang wanita tengah duduk sendiri menikmati kopi pesanannya. Lalu di zoom dan mengarahkan pada belahan payudaranya.

Menanggapi hal itu, pihak Starbucks memberikan pernyataannya melalui akun media sosial twitter resminya.

Mereka menyatakan permohonan maaf dan menyatakan akan segera menginvestigasi kasus tersebut. Selain itu, mereka juga menyatakan akan menindak tegas oknum karyawan tersebut.

"Mohon maaf atas peristiwa yang terjadi dan beredar di media sosial. Saat ini kami telah menginvestigasi dan menindak tegas karyawan yang bersangkutan. Sekali lagi kami mohon maaf dan kami akan memastikan agar kejadian ini tidak terulang kembali," tulis pernyataan mereka.