Tanpa Google Play, Huawei Klaim AppGallery Digunakan oleh 700 Juta Pengguna

AppGallery, aplikasi alternatif Google Play untuk ponsel Huawei, diklaim telah berhasil menjangkau 700 juta pengguna ponsel Huawei.

Foto : Phone Arena

Tensi yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Tiongkok mengakibatkan diputusnya akses Huawei untuk bisa membeli lisensi Google Mobile Services yang digunakan untuk menampilkan Google Play pada ponsel. Sebagai gantinya, Huawei memutuskan untuk mengembangkan dan menggunakan platform mereka sendiri yang diberi nama Huawei Mobile Service (HMS) dengan AppGallery sebagai pengganti Google Play.

Pada hari Kamis (23/7), pabrikan asal Tiongkok tersebut mengungkapkan data terbaru terkait dengan ekosistem Huawei Mobile Services (HMS) selama Konferensi Internet Tiongkok ke-19. Ekosistem HMS sekarang mencapai 700 juta pengguna perangkat Huawei, naik 32% dari tahun ke tahun. Tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat adalah jumlah pengembang yang terdaftar di perusahaan; angka itu sekarang telah mencapai 1,6 juta hingga 76% setiap tahun.

Zhang Ping'an, Presiden divisi Consumer Cloud Service, Huawei Consumer Business Group, mengatakan, "AppGallery, platform distribusi aplikasi resmi Huawei, mencakup lebih dari 170 negara dan wilayah. Dengan cakupan ini, kami berharap dapat berbagi inovasi digital lokal dengan dunia. Kami ingin setiap aplikasi inovatif yang dikembangkan oleh mitra global untuk menjangkau 700 juta pengguna perangkat Huawei. " Perusahaan tersebut juga mencatat bahwa aplikasi global Huawei Mobile Service seperti Huawei Video, Huawei Music dan Huaei Reader "telah membawa layanan dan konten berkualitas tinggi kepada konsumen di lebih banyak negara dan kawasan."

Kendala terbaru yang dihadapi Huawei saat ini justru datang dari kebijakan baru A.S., yang melarang produsen global yang memproduksi chip dengan menggunakan teknologi asal Amerika Serikat, untuk mengirimkan produk mereka kepada perusahaan yang berbasis di Tiongkok, yang akan mulai berlaku tanggal 15 September 2020.

Salah satu produsen chip tersebut adalah TSMC yang selama ini diandalkan oleh Huawei untuk memproduksi chip untuk ponsel mereka. Apabila kebijakan A.S. tersebut mulai diberlakukan, Huawei harus segera mencari alternatif pengganti dari TSMC, atau mencari cara untuk tetp bisa menggunakan chip buatan mereka.