Terpisah dari Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo Juga Ditahan di Rutan Salemba

Bareskrim Polri resmi menahan Brigjen Pol Prasetijo Utomo terkait kasus penerbitan surat jalan palsu untuk Djoko Soegiarto Tjandra.

Brigjen Prasetijo Utomo dan DjokoTjandra ditahan di Rutan Salemba. (Foto: istimewa)

Bareskrim Polri resmi menahan Brigjen Pol Prasetijo Utomo terkait kasus penerbitan surat jalan palsu untuk Djoko Soegiarto Tjandra.

Penahanan ini dilakukan selang empat hari setelah penyidik menetapkan Prasetijo sebagai tersangka. "Iya (ditahan) per Jumat, 31 Juli 2020," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono.

Eks Karo Korwas PPNS Polri itu dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP, Pasal 426 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP.

Prasetijo terancam hukuman enam tahun penjara karena dianggap bertanggung jawab dalam penerbitan surat untuk Djoko Tjandra. Akibat perbuatannya, ia pun telah dimutasikan sebagai Perwira Tinggi Pelayanan Markas Mabes Polri.

Sementara, Djoko Tjandra juga akan ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri. Namun sel tahanan Djoko akan dipisahkan dengan Brigjen Pol Prasetijo Utomo (BJP PU), yang sama-sama resmi ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka atas pemalsuan surat jalan Djoko.

"Terkait dengan penempatan tentunya kita akan memisahkan, karena memang antara BJP PU dan saudara Djoko tentunya kami masing-masing memiliki kepentingan untuk kami melakukan pendalaman," kata Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Sigit menyebut, pemisahan sel tahanan antara Djoko Tjandra dan Prasetijo karena pihaknya memiliki kepentingan berbeda terhadap keduanya. Sehingga tidak mungkin untuk disatukan.

Penahanan Djoko di Rutan Salemba Cabang Bareskrim, ujar Sigit, dilakukan guna memudahkan proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan.

Namun demikian, katanya, penempatan Djoko di Rutan Salemba Bareskrim tersebut hanya bersifat sementara selama masa pemeriksaan. Nantinya, setelah proses pemeriksaan selesai, Djoko akan kembali diserahkan ke Rutan Salemba untuk kemudian ditempatkan kembali sesuai kebijakan Kepala Rutan.

Sigit belum dapat memastikan, masa penahanan Djoko di Rutan Salemba Bareskrim. "Kalau terkait dengan prosesnya mengikuti aturan KUHAP kan sudah jelas ya. Ya, dari ikuti aturan yang ada," katanya.