Pecah...! WHO Catat Rekor 292 Ribu Kasus Baru COVID-19 dalam Sehari

Menurutnya, di beberapa negara anak muda mulai bepergian ke tempat publik untuk menghabiskan liburan musim panas dan tidak pedelu dengan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus - Foto WHO

Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) melaporkan rekor penambahan 292.527 kasus baru Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir. Hingga saat ini WHO mencatat ada 17.106.007 kasus COVID-19 global.

Peningkatan kasus baru kali ini melampaui rekor sebelumnya sebanyak 284.196 kasus baru pada 24 Juli. Hingga Jumat (31/07/2020) ada penambahan 6.812 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Sehingga total kematian di seluruh dunia menjadi 668.910 pasien.

Hingga saat ini Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia. AS memiliki 4.496.737 kasus COVID-19 dengan 152.074.

Di urutan kedua, Brazil masih menjadi negara di urutan kedua dengan kasus dan angka kematian akibat COVID-19. Brazil hingga kini memiliki 2.610.102 kasus dan 91.263 kematian.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lonjakan penularan COVID-19 di sejumlah negara lantaran sikap acuh anak muda justru membuat penularan virus corona semakin mudah. Selain orang tua, anak mudah sebenarnya juga berisiko terinfeksi COVID-19.

"Meskipun orang tua berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah, orang yang lebih muda juga berisiko. Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah meyakinkan anak muda tentang risiko ini (tertular COVID-19)," ujar Tedros dalam pengarahan media di Jenewa, Swiss, Kamis (30/07/2020) seperti mengutip AFP.

Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ucapannya itu mengacu pada fakta bahwa di beberapa negara lonjakan kasus dipicu oleh sikap acuh anak muda terhadap penularan COVID-19 di ruang publik.

Menurutnya, di beberapa negara anak muda mulai bepergian ke tempat publik untuk menghabiskan liburan musim panas dan tidak pedelu dengan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan.

"Kami telah mengatakan sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi: anak muda juga tidak bisa luput dari virus. Anak muda juga bisa terinfeksi, bisa mati, dan bisa menularkan virus kepada orang lain," ucap Tedros Adhanom Ghebreyesus.