Soal Alis, Warganet Tanya yang Ditangkap Djoko Tjandra Asli Atau Palsu? Hasil Pencocokan Inafis Identik 98,05 Persen!

Alasannya, alis Djoko Tjandra sebelum ditangkap berbeda dengan saat sesudah ditangkap.

Djoko Soegiharto Tjandra ditangkap. (Foto: istimewa)

Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra ditangkap pada Kamis (30/07/2020), sejak saat itu hingga Sabtu (01/08/2020), buron sejak 2009 itu jadi topik pembicaraan hangat. Terutama soal keaslian dirinya.

Tak semua warganet setuju sosok yang diamankan polisi itu merupakan Djoko Tjandra yang asli. Alasannya, alis Djoko Tjandra sebelum ditangkap berbeda dengan saat sesudah ditangkap.

Kecurigaan itu lantas muncul dari unggahan pemilik akun Twitter, pada Sabtu (1/8). Unggahan tersebut kini telah disukai 28 orang dan dibagikan ulang sebanyak 12 kali.

Berikut narasi dalam cuitan tersebut:

"Apakah Djoko Tjandra yg ditangkap adlh Djoko Tjandra yg asli...? Soalnya memiliki alis mata yg tebal."

Unggahan dari pengguna lain Twitter, yang telah dibagikan ulang sebanyak 1.200 kali serta disukai 2.700 orang, juga mempertanyakan keaslian sosok Djoko Tjandra yang ditangkap oleh polisi. 

Benarkah polisi menangkap Djoko Tjandra yang asli? Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Bareskrim Polri melakukan pencocokan digital foto Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra di KTP elektronik (e-KTP) dengan wajah Djoko Tjandra setelah ditangkap.

Hasilnya, tingkat keidentikan keduanya mencapai 98,05 persen. "Hasil pencocokan wajah oleh Inafis dan hasil memang benar Djoko Tjandra," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono.

Dari hasil pencocokan wajah secara digital, tampak dua foto wajah buron kasus cessie Bank Bali itu disandingkan.



Foto sebelah kiri adalah Djoko Tjandra dalam posisi setengah menunduk dengan baju tahanan berwarna oranye.

Sementara foto sebelah kanan merupakan pasfoto Djoko Tjandra untuk data e-KTP yang diambil di Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan.

Inafis adalah satuan kerja di bawah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang bertugas mengidentifikasi seseorang melalui cara ilmiah, di antaranya adalah melakukan pemeriksaan keaslian sidik jari dan pemeriksaan kecocokan wajah.

Dari penjelasan tersebut didapatkan fakta bahwa narasi di Twitter itu merupakan dugaan informasi yang keliru.

Seperti diketahui, Djoko Tjandra ditangkap berkat kerja sama police to police antara Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Djoko Tjandra ditangkap pada Kamis (30/7).

Tak lama setelah penangkapan, Djoko Tjandra langsung diterbangkan ke Tanah Air dengan pesawat carteran. Pesawat yang mengangkut Djoko Tjandra pun tiba di Bandara Halim Perdanakusuma menjelang tengah malam tadi.

Djoko Tjandra keluar dari pesawat dengan mengenakan baju tahanan oranye dan dalam kondisi tangan terikat. Dia langsung digiring ke Bareskrim Polri.