Perkap Nomor 4 Tahun 2020 Diundangkan: Ada Uji Kompetensi, Profesi Satpam Bakal Punya Pangkat

Salah satunya, satpam bakal memiliki tiga golongan pangkat, yakni manajer, supervisor, dan pelaksana.

Satpam bakal memiliki pangkat. (Foto: istimewa)

Kapolri Jenderal Idham Azis telah meneken Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, pada 4 Agustus 2020 lalu.

Merujuk pada beleid Perkap 4/2020 itu, terdapat sejumlah penyesuaian baru bagi anggota satuan pengamanan. Salah satunya, satpam bakal memiliki tiga golongan pangkat, yakni manajer, supervisor, dan pelaksana.

Untuk menduduki golongan kepangkatan tersebut, anggota satpam harus mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Polri atau Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang memiliki Surat Izin Operator (SIO) jasa pelatihan.

Dalam Pasal 20, disebutkan bahwa masing-masing golongan memiliki jenjang. Untuk Manajer terdiri dari manajer utama, manajer madya, dan manajer.

Sedangkan supervisor terdiri dari supervisor utama, supervisor madya, dan supervisor. Adapun pangkat pelaksana memiliki jenjang pelaksana utama, pelaksana madya, dan pelaksana.

Untuk menduduki golongan itu, masing-masing tingkatan harus mengikuti pelatihan. Untuk setingkat manajer, diharuskan mengikuti Pelatihan Gada Utama, supervisor Pelatihan Gada Madya, dan pelaksana Pelatihan Gada Pratama.

"Pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diselenggarakan oleh 1. Polri; atau 2. Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang memiliki ISO jasa pelatihan," tulis Pasal 21 ayat 2.

Adapun mereka harus mengikuti uji kompetensi anggota Satpam yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi profesi lembaga pendidikan dan pelatihan Polri; atau lembaga sertifikasi profesi yang memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan mendapatkan rekomendasi dari Polri.

Perbedaan pangkat ini akan dibedakan dalam bentuk tanda kepangkatan yang terpasang di seragam dinas satpam. Bagi setingkat manajer, pangkat yang digunakan adalah segitiga berwarna merah.

Semakin tinggi pangkatnya, jumlah segitiga akan semakin banyak. Artinya jabatan tertinggi yakni manajer utama akan mendapat logo pangkat tiga segitiga merah di pundak kanan dan kiri seragam mereka.

Hal yang sama berlaku bagi jabatan supervisor dan pelaksana. Bedanya bagi supervisor logo segitiga pangkat berwarna kuning, sedangkan pelaksana berwarna putih.

Penentuan jenis pangkat di satpam ini bersamaan dengan perubahan seragam satpam. Perkap ini mengatur bahwa Satpam akan mengenakan seragam dinas berwarna cokelat, sama dengan seragam dinas polisi.

Perkap juga mengatur soal pengakhiran masa tugas anggota Satpam yang tertuang dalam bagian ketiga Perkap. Salah satunya, karena telah mencapai batas usia pensiun.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 31, batas usia satpam yang berasal dari perseorangan, yakni 56 tahun bagi pelaksana; 58 tahun bagi supervisor; dan 70 tahun bagi manajer.

Sementara, bagi anggota Satpam yang berasal dari purnawirawan Polri atau TNI, maka batas usia pensiunnya adalah 60 tahun bagi pelaksana; 65 tahun bagi supervisor; dan 70 tahun bagi manajer.

Selain batas usia, pengakhiran masa tugas satpam juga bisa disebabkan personel mengundurkan diri atas permintaan sendiri, atau telah meninggal dunia. Selain itu, anggota yang melanggar kode etik dan kedapatan memberi pernyataan tidak benar saat pendaftaran juga dapat diberhentikan.

Serta, terakhir melakukan tindak pidana yang ancamannya di atas lima tahun dan telah dijatuhi hukuman yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). "Peraturan Kepolisian ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," pungkas Kapolri.