Tak Pandang Bulu, COVID-19 Juga Menyerang Dua Gorila di San Diego! Delapan Ekor Lainnya Ikut Tertular

Gubernur San Diego Gavin Newson mengonfirmasi kasus ini sambil menyampaikan bahwa penyelidikan sedang dikembangkan untuk memastikan sumber infeksi

Gorila Bernama Shango Tengah Mendapat Perawatan Medis Akibat Terinfeksi COVID-19 - Foto: Ron Magill/Zoo Miami

Kasus infeksi Corona Virus 2019 atau COVID-19 bukan hanya menyerang manusia, beberapa hewan juga dilaporkan mulai menunjukkan gejala terpapat virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut. Seperti yang terjadi pada gorila di kebun binatang ini.

Menyadur CBS San Fransisco Selasa (12/01/2021) dua ekor gorila positif terpapar COVID-19 di kebun binatang San Diego setelah menunjukkan gejala yang kerap ditemui pada manusia.

Direktur Eksekutif di kebun binatang itu mengatakan dua gorila mengalami batuk-batuk terus menerus dan sesak nafas. Setelah dilakukan penelusuran, binatang besar itu ternyata tertular COVID-19.

Virus itu diduga berasal dari tim perawatan satwa liar yang dinyatakan positif tanpa gejala. Kini gorila itu dalam keadaan baik dan dikarantina di bawah pengawasan tim.

"Selain sesak dan batuk, gorila dalam keadaan baik-baik saja. Mereka dikarantina bersama dan sedang makan serta minum. Kami berharap untuk pemulihan penuh," ujar direktur eksekutif, Lisa Peterson.

Ia juga mengatakan bahwa 8 gorila yang hidup bersama kemungkinan tertular virus yang sama karena menunjukkan gejala umum seperti batuk-batuk.

Kasus gorila positif COVID-19 ini adalah yang pertama di dunia. Tim satwa liar taman yang memantau memberimereka  vitamin, cairan dan makanan tetapi tidak ada pengobatan khusus untuk virusnya.

Petugas kebun binatang bekerja sama dengan para ahli yang telah merawat COVID-19 pada manusia jika hewan tersebut mengembangkan gejala yang lebih parah.

"Ini adalah satwa liar, dan mereka memiliki ketahanan sendiri dan dapat menyembuhkan secara berbeda dari yang kita lakukan," kata Peterson.

Gubernur San Diego Gavin Newson mengonfirmasi kasus ini sambil menyampaikan bahwa penyelidikan sedang dikembangkan untuk memastikan sumber infeksi.

"Ada beberapa pertanyaan apakah itu datang dari manusia ke hewan. Itu akan segera ditentukan dan seseorang harus menghormati proses itu dan pengambilan fakta," jelasnya.

"Itu adalah area yang telah lama menjadi perhatian penularan dari manusia ke hewan, tetapi gorila tercinta kami jelas-jelas membuat kami khawatir."