Penyelenggara Usul Umrah dan Haji Ditunda, Ini Alasan Kuatnya

Pemerintah Indonesia belum memperoleh kepastian kuota haji dari otoritas Arab Saudi untuk tahun ini. 

Jemaah haji Indonesia

Muncul usulan supaya keberangkatan perjalanan haji calon jemaah Indonesia ditunda sampai tahun depan menyusul ketidakpastian kondisi karena pandemi Covid-19.

"Saya pribadi menyarankan kita tidak berangkat tahun ini. Mundur saja tahun depan dengan asumsi kondisi kesehatan sudah normal,” ujar Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Syam Resfiadi dikutip Rabu saat (14/4/2021). 

Diketahui, pemerintah Indonesia belum memperoleh kepastian kuota haji dari otoritas Arab Saudi untuk tahun ini. 

Pemberangkatan Tunggu Kabar Otoritas Saudi Kementerian Agama terus melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2021 sembari menunggu informasi resmi dari Arab Saudi. 

Syam dikutip Bisnis.com mengatakan bahwa biaya penyelenggaraan haji berpotensi meningkat sekitar 25—30 persen bila dilaksanakan selama pandemi Covid-19. Kenaikan biaya itu terjadi lantaran ada penyesuaian kapasitas akomodasi hingga transportasi.

Untuk akomodasi, misalnya, penyelenggara harus mengatur kapasitas kamar tidak boleh diisi lebih dari dua orang. Kemudian, transportasi yang semula bisa diisi dengan kapasitas penumpang 100 persen, pada masa pandemi dibatasi maksimal 50 persen. Ketentuan pembatasan kapasitas ini menyebabkan biaya operasional melonjak. 

Selain masalah kapasitas yang berkurang, kenaikan biaya operasional ditimbulkan adanya ketentuan penggunaan maskapai penerbangan dengan rute langsung.

Tarif penerbangan langsung diperkirakan lebih mahal daripada  perjalanan dengan rute transit. Di sisi lain, ada biaya-biaya tambahan yang dibebankan, seperti tes swab PCR dan biaya karantina sesampainya di Tanah Suci maupun setelah pulang ke Indonesia. Kenaikan biaya ini disinyalir bakal membuat para calon jemaah meminta penundaan jadwal.

“Pasti ada indikasi calon jemaah minta mundur ke musim haji tahun depan,” ujarnya. 

Dalam kondisi demikian, Syam mengatakan bahwa penyelenggara perjalanan haji menghadapi risiko administrasi sebab pembatalan satu orang jemaah akan menyebabkan manifes keberangkatan berubah.

"Jadi, sebaiknya menunggu pelaksanaan tahun depan dengan catatan Covid-19 sudah bisa diredam dengan vaksin atau obat-obatan,” tuturnya.