Total Nyaris Tembus 20 Juta Kasus, Oposisi: Kelambanan Pemerintah Terapkan Lockdown Membunuh Banyak Orang!

Kelambanan pemerintah India membunuh banyak orang yang tidak bersalah

Pemimpin oposisi India serukan penguncian nasional. (foto: istimewa)

Kasus COVID-19 di India terus mengalami lonjakan drastis. Jumlah kematian akibat COVID-19 di India melonjak dengan rekor 3.689 kematian pada Minggu (2/5) waktu setempat.

Angka harian tersebut merupakan yang tertinggi sejak dimulainya pandemi virus Corona. Sejauh ini jumlah kematian di negara itu telah mencapai lebih dari 215.000. Pihak berwenang melaporkan 392.488 kasus infeksi baru dalam waktu 24 jam sebelumnya sehingga total jumlah kasus menjadi 19,56 juta. Pakar medis mengatakan angka kasus sebenarnya di India bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Menanggapi itu, pemimpin oposisi India, Rahul Gandhi kini menyerukan lockdown nasional. "Satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran Corona saat ini adalah penguncian penuh. Kelambanan pemerintah India membunuh banyak orang yang tidak bersalah," kata anggota parlemen partai Kongres Gandhi di Twitter.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi enggan memberlakukan penguncian nasional karena jatuhnya ekonomi, tetapi beberapa negara telah memberlakukan berbagai batasan sosial.

Lonjakan kasus COVID-19 varian India yang sangat menular telah membebani sistem kesehatan, menguras pasokan oksigen medis yang penting untuk kelangsungan hidup bagi mereka yang terinfeksi. Banyak pasien meninggal di ambulans dan tempat parkir di luar rumah sakit.

Barisan tumpukan kayu pemakaman di taman dan tempat parkir mobil digunakan untuk kremasi mayat-mayat korban COVID-19.

Modi telah dikritik karena tidak bergerak lebih cepat untuk membatasi gelombang infeksi terbaru dan karena membiarkan jutaan orang yang sebagian besar tidak bermasker menghadiri festival keagamaan dan rapat umum politik yang ramai selama Maret dan April.