Tunjukkan SIM Kekaisaran Sunda Saat Ditilang Polisi, Rusdi Karepesina Diperiksa Dokter Jiwa

Warga tidak pernah melihat atau mengetahui aktivitas yang berkaitan dengan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

SIM milik Rusdi

Isu kekaisaran Sunda kembali menghebohkan publik. Hal itu lantaran warga Jalan Mayang VA Blok AH.2/3, RT 6/RW 7, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur mengaku kaget atas pemberitaan Rusdi Karepesina ditilang polisi. 

Bagaimana tidak, Rusdi mengaku sebagai Jenderal Tentara Negara Kekaisaran Sunda Nusantara saat ditilang oleh polisi di Gerbang Tol Cawang, Jakarta Timur, Rabu (5/5/2021). Bahkan, SIM yang digunakan Rusdi juga diterbitkan oleh kekaisaran Sunda.

Ketua RT. 06, Arif Indra mengatakan sosok Rusdi dikenal baik di lingkungannya. Bahkan, pria kelahiran Ambon, Maluku itu juga dikenal baik oleh warga sekitar.

"Justru itu, saya tidak pernah dengar dan warga cukup kaget juga. Bahkan saya dapat info dari warga perihal ini. Tapi saya enggak pernah tahu kalau beliau terlibat dalam kekaisaran itu," kata Arif dikutip Kamis (6/5).

Arif melanjutkan, Rusdi tinggal di kompleks tersebut kurang lebih 10 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, warga tidak pernah melihat atau mengetahui aktivitas yang berkaitan dengan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

"Saya kira lebih dari 10 tahun tinggal di sini. Saya tidak tahu, tidak pernah dengan atau tidak pernah lihat kegiatan tersebut di lingkungan kami maupun di rumah beliau," kata dia.

Arif pun turut menyebutkan jika latar belakang Rusdi merupakan pengusaha. Namun, dia tidak mengetahui secara rinci jenis usaha apa yang digeluti oleh Rusdi. "Setahu saya pengusaha," pungkasnya.

Sementara itu, polisi masih mendalami identitas dan latar belakang Rusdi Karepesina pengemudi Pajero Sport berplat nomor palsu SN 45 RSD. Berdasarkan keterangan dalam Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), pria tersebut tercatat bekerja sebagai wiraswasta.

"Kalau di KTP pekerjaannya wiraswasta. Tentu apa dan siapa dan mengapa dirinya ini (mengaku sebagai Jenderal Tentara Negara Kekaisaran Sunda Nusantara) akan didalami lagi," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat jumpa pers, Rabu (5/5/2021).

Saat ini, polisi masih mendalami ada atau tidaknya unsur pidana di balik kemunculan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Salah satunya terkait pemalsuan surat-surat kendaraan bermotor hingga izin mengemudi.

Sambodo menjelaskan, perkara pidana tersebut akan didalami oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum). Sedangkan, pihaknya hanya terfokus untuk menindak unsur pelanggaran lalu lintasnya.

"Kita koordinasikan dengan pihak reserse untuk menentukan atau berkoordinasi apakah ada pelanggaran pidana dengan adanya surat-surat seperti ini," jelasnya.

Sementara di sisi lain, kejiwaan Rusdi Karepesina dalam waktu dekat ini juga akan diperiksa. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Metro Jaya.

"Jangan sampai ada gangguan kejiwaan apakah disorientasi dan sebagainya yang justru nanti kalau betul (gangguan jiwa) maka sangat membahayakan, karena bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas," katanya.