Jokowi Perintahkan Gempur Teroris KKB, Komnas HAM Usul Jalur Damai

Usulan damai itu direspon positif oleh Presiden.

Komnas HAM

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengaku menerima dukungan dari Presiden Jokowi terkait penanganan konflik di Papua.

Menurut dia, usulan untuk berdialog damai yang selama ini digencarkan pihaknya direspons positif.

"Komnas HAM sudah menyampaikan beberapa usulan yang kami sebut dialog damai. Jadi usulan itu sudah disampaikan ke bapak Presiden, kemudian mendapat sambutan yang positif ya," kata Taufan dalam diskusi daring bertajuk Stop Pelanggaran-Pelanggaran HAM, Papua Damai, dikutip Kamis (6/5/2021).

Mendengar sambutan yang dilayangkan Jokowi, pihak Komnas langsung meminta agar eks Wali Kota Solo tersebut untuk memberikan dukungan secara politik. Dukungan politik itu, menurut dia amat penting.

Tujuannya, agar masyarakat Indonesia tidak salah mengartikan. Pasalnya, selama ini dia dan beberapa komisioner Komnas HAM lain kerap menerima perundungan dari beberapa masyarakat.

"Jika ide Komnas HAM disetujui maka Bapak Presiden tolong berikan dukungan politik. Silakan, nanti gimana caranya. Supaya nantinya kami tidak diserang sana sini. Kan kalau kita (Komnas HAM) ngomong sesuatu selalu diserang," tuturnya.

Salah satu contoh terkininya yaitu kasus pelabelan teroris terhadap KKB di Papua yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD. Dimana, saat Komnas HAM tak setuju dengan hal itu, beragam hoaks dan komentar miring dialamatkan.

"Kami menolak pelabelan teroris, perundungan terhadap lembaga bahkan individu terjadi. Saya diungkit lagilah bahwa pernah berfoto sama Tommy Soeharto. Padahal dari dulu itu fotonya sudah dibantah, itu bukan saya. Pernah jadi komisaris freeport, kapan ya saya jadi komisaris freeport. Perundungan itu terjadi juga pada teman-teman komisioner lain," ujarnya.

"Secara pribadi waktu itu saya juga bicarakan kepada Panglima TNI, ‘Apakah operasi keamanan tidak bisa diubah, dimodifikasi menjadi operasi sejahtera?’. Beliau setuju. Itu satu harapan waktu itu kami dapatkan," jelasnya.