Didera Kerugian Rp2,8 Triliun, Air Asia Masih Optimis Penumpang Domestik Bakal Melesat di Tahun Depan

Maskapai penerbangan AirAsia yakin pasar penerbangan penumpang domestik akan tetap tumbuh pada 2022.

Air Asia dibelit masalah utang super gede

Pergerakan penumpang akan terdorong oleh pemulihan pasca-pandemi Covid-19 dan vaksinasi yang telah berjalan. “Dengan penyelenggaraan vaksinasi, kapasitas fasilitas tes kesehatan yang lebih baik, potensi perjalanan internasional dengan adanya paspor kesehatan digital global, prosedur perjalanan minim kontak, hingga berbagai produk digital AirAsia, kami tetap optimis bisnis perjalanan domestik dapat pulih di tahun depan,” ujar Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk Dendy Kurniawan, dikutip dari tempo.com, minggu (6/6/2021).

Emiten berkode CMPP ini, mencatatkan kinerja keuangan anjlok sepanjang 2020. AirAsia mengalami penurunan pendapatan sebesar 75,99 persen secara year on year. Jika pendapatan maskapai pada 2019 mencapai Rp 6,7 triliun; sepanjang tahun lalu perusahaan hanya mampu mengantongi Rp 1,61 triliun.

Sementara itu, beban perseroan tetap tinggi, yakni hingga Rp 4,41 triliun. AirAsia pun mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 2,8 triliun sepanjang 2020 atau berbanding terbalik dari 2019 yang mencatatkan laba Rp 113,94 juta.

Untuk meringankan tekanan perusahaan di tengah sulitnya likuiditas, perusahaan mengurangi dampak pandemi dengan melakukan pengendalian biaya secara menyeluruh. Perusahaan melakukan promosi, juga memaksimalkan operasi jumlah pesawat sebanyak 20 unit menjelang akhir tahun.

AirAsia pun melakukan restrukturisasi pembayaran kewajiban dengan melakukan renegosiasi dengan lessor, kreditor, dan vendor seperti yang dilakukan maskapai-maskapai lain.

Selanjutnya, perusahaan menunda pengiriman pesawat, menangguhkan pengeluaran modal, mengurangi pengeluaran pemasaran, dan menunda pengeluaran diskresioner, termasuk acara sosial. Dengan berbagai upaya ini, AirAsia menurunkan total biaya operasional sebesar 34 persen pada 2020.

Guna menyambung napas, AirAsia menggenjot peluang bisnis non-penumpang reguler, seperti dari layanan kargo dan carter. “Kami meningkatkan permintaan dengan dukungan aplikasi super digital AirAsia dan kolaborasi dengan para mitra, serta memperluas koneksi domestik,” tutur Dendy.