Mirip Orde Baru, Prabowo Kembali Hidupkan Resimen Mahasiswa: Jadi Komunitas Pertahanan Sipil

Setiap mahasiswa bisa dipersiapkan sebagai kekuatan sipil.

Peresmian Kadet Mahasiswa Unhan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan Resimen Kadet Mahasiswa Universitas Pertahanan, di Lapangan Bhineka Tunggal Ika Kemhan, Jakarta, Rabu (9/6). Hal tersebut sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

“Resimen Kadet Mahasiswa, mereka adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta merupakan salah satu Komponen Cadangan serta SDM Pertahanan," kata Prabowo di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika Kemhan, Jakarta, Rabu (9/6).

Dia pun berharap setiap universitas bisa memiliki wadah seperti Resimen Kadet. Sehingga kata dia setiap mahasiswa bisa dipersiapkan jadi bagian komunitas pertahanan.

"Seperti Resimen Kadet ini agar setiap mahasiswa dipersiapkan menjadi bagian komunitas pertahanan," tambahnya.

Dia pun menekankan terbentuknya Resimen Kadet Mahasiswa S1 UNHAN, diharapkan mahasiswa S1 UNHAN memiliki wadah mengimplementasikan jiwa kepemimpinan dan semangat berorganisasi. Kemudian berperan serta dalam menjembatani antara pembina/pengasuh dalam mengawasi tata tertib Kadet.

"Mengkoordinir dan menyalurkan aspirasi Kadet baik yang bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler kepada Rektor UNHAN, membangun gairah dan semangat belajar Kadet, membangun jiwa korsa Korps Kadet, berinisiatif dalam menunjang keberhasilan berbagai kegiatan, menyusun rencana kegiatan serta dapat berkoordinasi dengan Pembina Kadet," perintah Prabowo.

Dia membeberkan Unhan merupakan kampus bela negar. Sebab itu Prabowo meminta agar terus mendorong para mahasiswa, dosen dan tenaga pendukung pendidikan termasuk para Kadet Mahasiswa untuk selalu meningkatkan kualitas, kuantitas, kreativitas maupun kapasitas. Sehingga kata dia bisa mendukung terwujudnya visi dan misi Unhan RI menuju ”World Class Defence University” pada tahun 2024.

Tidak hanya itu keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) pertahanan yang unggul dan maju kata dia sangat penting dalam merumuskan dan menentukan kebijakan strategis yang dimaksud. Pengembangan SDM yang modern dan profesional dilakukan untuk mengantisipasi perubahan tatanan global dan dinamika lingkungan strategis yang dapat mengancam kedaulatan negara.

“SDM unggul yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga kreatif dan inovatif, serta tetap memegang teguh jati diri bangsa dan memiliki kesadaran bela negara, menjadi modal sosial sekaligus soft power bagi bangsa Indonesia untuk menjamin eksistensinya dalam percaturan global," bebernya.