Lebih dari 600 Ribu Warga AS Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Biden memasang target 70 persen orang dewasa mendapatkan setidaknya satu suntikan pada hari libur nasional 4 Juli, tetapi program tersebut mungkin gagal mencapai tujuan itu

Amaerika Serikat Catatkan Angka Kematian Tertinggi Akibat COVID-19 di Atas Brasil dan India - Foto: John Moore/Getty Images

Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 telah menewaskan lebih dari 600 ribu warga Amerika Serikat (AS) hingga Selasa (15/06/2021). 

Jumlah kematian itu hampir setara dengan jumlah orang yang meninggal karena kanker di Negeri Paman Sam pada 2019 lalu. Mengutip Associated Press, secara keseluruhan total kasus kematian COVID-19 di dunia mencapai 3,8 juta.

AS sejauh ini memiliki jumlah kematian nasional terbesar -- di atas Brasil dan India -- setelah respons awal terhadap pandemi yang mendapat banyak kritik. Akan tetapi, saat ini, program vaksinasinya merupakan salah satu yang terdepan dalam menghadapi krisis kesehatan itu.

Kemajuan AS melawan COVID-19 terlihat New York mengumumkan lebih dari 70 persen orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin dan pembatasan negara bagian terakhir dapat dicabut.

"Masih terlalu banyak nyawa yang hilang," kata Presiden AS Joe Biden seperti dikutip dari AFP.

Ia mengingatkan meski jumlah kematian harian menurun tajam, korban jiwa yang terus bertambah masih merupakan "tragedi nyata." Melihat hal itu, ia meminta warganya untuk mendapatkan vaksinasi secepatnya.

"Hati saya untuk semua orang yang kehilangan orang yang dicintai," katanya, berbicara pada awal pekan ini di di Brussels.

Berdasarkan data pemerintah, lebih dari 52 persen populasi AS atau 174 juta orang telah menerima setidaknya satu dosis dari salah satu dari tiga vaksin yang diizinkan di negara itu.

Biden memasang target 70 persen orang dewasa mendapatkan setidaknya satu suntikan pada hari libur nasional 4 Juli, tetapi program tersebut mungkin gagal mencapai tujuan itu.

AS melewati angka kematian 500 ribu pada akhir Februari, Sebagai perbandingan, hanya butuh satu bulan untuk angkanya naik dari 400 ribu.

Para ahli prihatin dengan kedatangan varian baru penyakit Delta baru-baru ini, yang awalnya muncul di India. 

Otoritas kesehatan berusaha meyakinkan lebih banyak orang untuk mendapatkan suntikan dengan meningkatkan situs vaksinasi dan membantu orang mengaksesnya dalam kemitraan dengan perusahaan swasta yang dapat menyediakan transportasi atau penitipan anak.

Beberapa negara bagian bahkan meluncurkan program undian yang hanya dapat diikuti oleh orang yang divaksinasi, dengan hadiah hingga beberapa juta dolar AS.