Kasus COVID-19 Menggila! PB HMI Minta Menkbud-Ristek Evaluasi Rencana PTM

Mendikbud-Ristek, Nadiem, menyebut kebijakan belajar tatap muka di bulan Juli masih berlaku. Meski demikian, Nadiem mengatakan tatap muka dapat dihentikan sesuai perkembangan

Ketum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Raihan Ariatama - Foto: Net

Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim, mengevaluasi rencana belajar tatap muka yang ditargetkan digelar bulan depan. PB HMI mengatakan evaluasi harus dilakukan karena kasus Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 yang makin menggila.

"Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud-Ristek harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa dan mahasiswa. Keselamatan dan kesehatan adalah hal yg paling utama saat ini," kata Ketum PB HMI, Raihan Ariatama, Rabu (16/6/2021).

"Jangan sampai sistem kesehatan kolaps tidak mampu menanggulangi pandemi seperti yang terjadi di India," ucapnya.

Dia mengatakan belajar tatap muka yang rencananya digelar pada Juli 2021 harus dievaluasi. Apalagi, katanya, kasus Corona di Indonesia terus menggila beberapa hari terakhir.

"Sebaiknya pemerintah mengevaluasi rencana pelaksanaan sekolah tatap muka yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan. Tidak hanya sekolah, tetapi juga rencana kuliah tatap muka perlu dievaluasi. Mengingat terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir," tuturnya.

Nadiem Jamin Belajar Tatap Muka Tak Bertentangan dengan PPKM

Mendikbud-Ristek, Nadiem, menyebut kebijakan belajar tatap muka di bulan Juli masih berlaku. Meski demikian, Nadiem mengatakan tatap muka dapat dihentikan sesuai perkembangan.

"Ada kemungkinan di dalam PPKM tersebut berarti tidak bisa tatap muka terbatas. Tapi itu adalah suatu keharusan yang dialami semua sektor dalam 2 minggu itu, ada pembatasan dan 2 minggu. Itu kalau kemungkinan akan dilaksanakan bahwa tidak ada tatap muka terbatas yang boleh terjadi untuk kelurahan atau desa tersebut,"ujar Nadiem saat rapat bersama Komisi X di DPR, Selasa (15/06/2021).

Nadiem mengatakan, PPKM sudah menjadi bagian dalam surat keputusan bersama (SKB) terkait pembelajaran tatap muka di bulan Juli. Menurutnya PPKM akan menjadi instrumen rem di daerah baik kelurahan maupun desa.

Kasus COVID-19 di RI terus melonjak tinggi tiap harinya. Hingga Selasa (15/6), ada 1.927.708 kasus positif Corona di RI. Jumlah tersebut bertambah 8.161 kasus dibanding hari sebelumnya.

Selain itu, ada 116.787 kasus aktif COVID-19 di RI. Selain itu, ada 1.757.641 pasien Corona yang dinyatakan sembuh dan 53.280 orang yang meninggal.