Apresiasi Aplikasi Berbasis Digital Polri, DPR: Ini Fondasi yang Baik, Implementasi dari Polri Presisi!

program digitalisasi tersebut merupakan implementasi dari tema besar Polri Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).

Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery. (Foto: istimewa)

Komisi III DPR RI mengapresiasi kinerja 100 hari Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam memimpin korps Bhayangkara. Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo, Polri meluncurkan aplikasi berbasis digital untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan polisi.

Menurut Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery, program digitalisasi tersebut merupakan implementasi dari tema besar Polri Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).

Program digitalisasi tersebut merupakan pondasi awal menuju pelayanan Polri yang lebih profesional.

"Kami melihat ini fondasi yang baik, terobosan yang luar biasa. Kami juga akan terus mengawal institusi Polri dalam melakukan perubahan tersebut," kata Herman dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

"Ke depannya kami minta agar program-program terobosan semacam ini terus dikembangkan, program polisi melakukan pelayanan berbasis teknologi digitalisasi," ucapnya. 

Untuk itu, Komisi III, kata Herman, mendukung penuh pelayanan Polri melalui aplikasi digital. Melalui pelayanan digital ini akan meminimalisir penyelewengan.

"Kami minta agar menggunakan sentuhan teknologi. Sehingga masalah pungli dan semacamnya bisa berkurang. Karena pelayanan dilakukan secara digital," ucapnya.

"Kami juga minta dukungan dari masyarakat, bahwa apa yang dikerjakan polri hari-hari ini baru basic. Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar ke depan kerja Polri lebih profesional, lebih memiliki terobosan-terobosan yang bagus," jelas Herman.

Di tempat yang sama, Kapolri sebelumnya mengatakan, pihaknya telah menerapkan 15 aplikasi layanan publik berbasis teknologi informasi. Ke-15 aplikasi tersebut dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan polisi.

Listyo mengatakan, penerapan aplikasi tersebut mudah, semudah memesan pizza. "Penerapan aplikasi agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan Polri semudah memesan pizza," kata Listyo.

Dia mengatakan, Polri telah menerapkan ke-15 aplikasi pelayanan publik dengan sistem daring dan "delivery system" sehingga pelayanan publik Polri dapat lebih cepat, mudah, dan transparan dengan prosedur yang sederhana.

Listyo menjelaskan, ke-15 aplikasi layanan tersebut, yaitu SIM Internasional "online", SIM Nasional Presisi (SINAR), Ujian Teori SIM online (EAVIS), E-PPSI (Elektronik Pemeriksaan Psikologi), E-Rikkes (Elektronik Pemeriksaan Kesehatan), BOS (Binmas Online Sistem).

Selanjutnya Polri TV Radio, Samsat Digital Nasional (SIGNAL), SKCK online, Pelayanan Masyarakat SPKT, Aduan SPKT, SP2HP online, Patrolisiber.id, Dumas Presisi dan Propam Presisi.