17 Pekerja Migran Indonesia Menjadi Wisudawan Universitas Terbuka (UT) Indonesia di Singapura

Belajar sambil bekerja bukanlah hal yang mudah, diperlukan kedisiplinan, motivasi tinggi, serta kemampuan berupaya tidak kenal lelah

Sebanyak 17 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) Universitas Terbuka (UT) Singapura yang dilaksanakan secara daring pada Minggu (13/06/2021)

Sebanyak 17 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) Universitas Terbuka (UT) Singapura yang dilaksanakan secara daring pada Minggu (13/06/2021). Para wisudawan tersebut lulus dari berbagai program studi yaitu program studi Sastra Inggris bidang minat Penerjemahan (10 orang), Manajemen (4 orang), Akuntansi (2 orang), dan Ilmu Komunikasi (1 orang). Saat ini terdapat 224 mahasiswa UT di Singapura yang tengah menuntut ilmu di berbagai program studi yang sebagian besar adalah PMI.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada 17 PMI wisudawan.

“Belajar sambil bekerja bukanlah hal yang mudah, diperlukan kedisiplinan, motivasi tinggi, serta kemampuan berupaya tidak kenal lelah," ujar Dubes Suryo Pratomo. Ditekankan pula bahwa wisuda bukanlah merupakan tujuan akhir, namun merupakan titik awal untuk melakukan lompatan jauh ke depan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbudristek RI, Prof. Nizam, yang menyatakan dibutuhkan determinasi yang tinggi dan upaya yang besar untuk terus belajar di tengah kesibukan bekerja sehari-hari. Dirjen Dikti juga menyampaikan apresiasi yang besar terhadap UT yang telah memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di berbagai negara di luar negeri, dengan metode pembelajaran daringnya.

Sementara itu, Rektor UT, Prof. Ojat Darojat menyampaikan bahwa selama 36 tahun, UT telah berperan aktif membangun bangsa melalui akses pendidikan tinggi. Hal ini sesuai dengan tagline UT yaitu making higher education open to all atau membuat pendidikan tinggi terbuka untuk semua pihak. “UT hadir memberikan akses pendidikan tanpa kendala uang, waktu, dan teknologi", ujar Rektor UT.

PMI telah memperlihatkan kekuatan tekad dan komitmen mereka dalam meningkatkan potensi dan daya saing mereka dengan bergabung di UT sambil bekerja di Singapura. Hal ini merupakan kemauan keras yang harus dapat ditiru dan diikuti oleh warga Indonesia lainnya khususnya WNI di Singapura. Dalam kesempatan yang sama, Atase Pendidikan RI untuk Singapura menambahkan bahwa UT berperan besar dalam berkontribusi nyata menciptakan SDM unggulan Indonesia dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Pada acara tersebut juga diserahkan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik yaitu kepada Niken Umaroh, jurusan Sastra Inggris dengan IPK 3,41; Wahidah Istiqomah, jurusan Sastra Inggris dengan IPK 3,41; dan Solekha, jurusan Sastra Inggris dengan IPK 3,05. Wahidah Istiqomah yang ditunjuk sebagai perwakilan para wisudawan menyampaikan bahwa pengalaman selama mengeyam pendidikan di UT mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi yang kritis, percaya diri, dan dapat menjadi lulusan yang berdaya saing tinggi.

Acara penyerahan ijazah tersebut juga dihadiri Kepala BP2MI yang diwakili oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM BP2MI, Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri UT, serta Koordinator UT Pokja Singapura.