Anies Baswedan Diminta Tarik Rem Darurat, Kasus COVID-19 Harian di Jakarta Tembus 4.144 Kasus!

Ombudsman DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi DKI untuk segera menarik rem darurat menyusul penambahan kasus positif COVID-19 DKI Jakarta hari ini menembus 4.144 kasus.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: istimewa)

Ombudsman DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi DKI untuk segera menarik rem darurat menyusul penambahan kasus positif COVID-19 DKI Jakarta hari ini menembus 4.144 kasus.

"Saatnya tarik rem darurat. Semua bidang non-esensial mengikuti panduan Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021," kata Kepala Kantor Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho saat dihubungi, Kamis (17/6/2021).

Ombudsman kemudian menyoroti keputusan Gubernur DKI Anies Baswedan yang memberlakukan WFH 75% dan WFO 25% di perkantoran zona merah. Seperti dikutip detikcom, Teguh meminta pengawasan terus diperketat agar kebijakan itu benar diterapkan di perkantoran.

Hal ini, sebutnya, telah tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 13 Tahun 2021.

"Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas perkantoran supaya pekerja hanya 25% harus dilakukan secara konsisten, termasuk pemberian sanksi bagi perkantoran yang melanggar ketentuan tersebut juga pusat perbelanjaan dan mal," tegasnya.

Di sisi lain, Teguh mengapresiasi pemerintah setempat memutuskan memberhentikan uji coba pembelajaran tatap muka di Jakarta. Meski demikian, dia berharap Pemprov menutup sementara tempat pariwisata.

"Bukan hanya penghentian PTM, pembukaan tempat wisata, seperti Ragunan dan Ancol, juga harus dihentikan dulu," jelasnya.