Jika tidak Mau Bekerjasama Selidiki Asal COVID-19, AS Ancam Isolasi China

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis laporan atas penyelidikan yang mereka lakukan di Wuhan selama satu bulan. Hasilnya dijelaskan sangat tidak mungkin COVID-19 berasal dari laboratorium

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan - Foto: Reuters

Jika tidak mau bekerjasama terkait penyelidikan asal-usul Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 yang kini menginfeksi seluruh belahan dunia, Amerika Serikat (AS) akan mengisolasi China. Hal tersebut disampaikan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Minggu (20/06/2021).
 
"Ini adalah kerja keras diplomatik, mengumpulkan negara-negara di dunia, memaksakan tekanan politik dan diplomatik pada China," ujar Sullivan.

"Apakah mereka akan mengizinkan, dengan cara yang bertanggungjawab. Caranya, penyelidik melakukan pekerjaan nyata untuk mencari tahu dari mana asalnya, atau mereka akan menghadapi isolasi di komunitas internasional," sambungnya.

Sullivan menegaskan, AS tidak hanya mengandalkan China untuk penyelidikan asal muasal COVID-19.

"Presiden (Joe Biden) berhak melalui analisis kami sendiri, upaya komunitas intelijen kami sendiri yang telah dia arahkan dan melalui pekerjaan lain yang akan kami lakukan dengan sekutu dan mitra untuk terus menekan di setiap lini sampai kami mengetahui bagaimana virus ini masuk dunia," jelasnya.

Pada bulan Mei, Biden mengumumkan perintah kepada badan-badan intelijen AS untuk menyusun laporan mengenai asal virus corona dalam kurun waktu 90 hari.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis laporan atas penyelidikan yang mereka lakukan di Wuhan selama satu bulan. Hasilnya dijelaskan sangat tidak mungkin COVID-19 berasal dari laboratorium.