Jam Operasional Angkutan Umum di Jakarta Dibatasi Mulai Malam Ini, Simak Jadwalnya

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengumumkan batas waktu operasional sarana transportasi umum di wilayah ibu kota usai pembatasan mobilitas di 10 ruas jalan di DKI.

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengumumkan batas waktu operasional sarana transportasi umum di wilayah ibu kota usai pembatasan mobilitas di 10 ruas jalan di DKI.

Batas waktu operasional angkutan umum ini merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Dishub DKI Jakarta.

"Kami dari Dishub Pemprov DKI ingin sampaikan batas waktu operasional sarana transportasi umum umum," kata Wakadishub DKI Jakarta Chaidir di Polda Metro Jaya, Senin (21/6).

Berikut jam operasional angkutan umum di Jakarta:

1. Operasional TransJakarta, pukul 05.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB

2. Angkutan umum reguler pukul 05.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB

3. Moda Raya Terpadu (MRT) pukul 05.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB

4. Lintas Raya Terpadu (LRT) pukul 05.30 WIB sampai pukul 22.00 WIB

5. Angkutan perairan pukul 05.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB

6. AMARI dan angkutan tenaga kesehatan TransJakarta pukul 22.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB.

Di tempat yang sama, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pembatasan mobilitas ini akan dimulai malam nanti pukul 21.00 sampai pukul 04.00 WIB.

Berikut ini rincian 10 titik yang dilakukan pembatasan:

1. Bulungan dari Traffic Light Bulungan belakang Kejagung sampai dengan kawasan Mahakam
2. Kemang mulai dari pertigaan Kem Chicks kemudian sampai McD, sampai ke ujung arah selatan ke dekat Jalan Benda
3. Gunawarman, Suryo dan SCBD dari Gunawarman depan KFC sampai pertigaan Apotek Senopati sampai lurus ke Santa-Blok S
4. Sabang sepanjang Jalan Sabang
5. Cikini Raya dari Jalan Cikini sampai dengan Raden Saleh
6. Asia Afrika mulai dari Traffic Light pertigaan Hotel Fairmont sampai dengan pertigaan Pakubuwono, Mustopo, Senayan City
7. BKT sepanjang jalan BKT
8. Seluruh kawasan Kota Tua Jakbar mulai dari Hayam Huruk sampai Kunir Stasiun Beos
9. Boulevard Kelapa Gading
10. Kawasan PIK yaitu PIK 2 setelah menyebrang jembatan

Sambodo mengatakan, meski ada pembatasan, ada pengecualian yang dilakukan. Dia juga mengatakan pembatasan ini bersifat situasional. Jika dinilai sudah kondusif, ada kemungkinan pembatasan ini bergeser ke wilayah lain.

"Ada beberapa pengecualian yang boleh melintas, pertama penghuni jadi meski dibatasi karena penghuni di ruas jalan tersebut maka diperbolehkan. Kedua kaitan kesehatan ambulans, apotek, rumah sakit, tujuan itu masih boleh melintas. Kalau di ruas jalan ada hotel maka tamu hotel maupun yang mau ke hotel masih diperbolehkan, keempat mobilitas keadaan darurat, kebakaran, kepolisan, ambulans, TNI-Polri, kalau mau melintas boleh. Keempat ini yang dikecualikan. Boleh melintas pada saat dimulainya pembatasan," kata Sambodo.