Angka Terus Melonjak, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Percepatan Vaksinasi

AS dan Inggris sukses menekan angka penyebaran setelah vaksinasi massal.

Vaksinasi Warga

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi temuan varian baru Delta B-1617.2. Di tengah lonjakan kasus yang semakin parah, kini varian baru Covid-19 itu muncul di DKI Jakarta; Kudus, Jawa Tengah; dan Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Tiga episentrum ledakan pandemi di Jawa yang diduga terjadi paska Lebaran.

Sejalan dengan amanat Presiden Jokowi, Budi pun menekankan agar program vaksinasi dipercepat. "Untuk akselerasi vaksinasi disampaikan agar dipercepat, beliau (Presiden) meminta agar 700.000 per hari bulan ini bisa disentuh. Kemudian, satu juta vaksinasi per hari untuk bulan depan bisa juga dicapai," kata Budi melalui siaran pers tertulis, Senin (21/6/2021).

Secara khusus, Jokowi juga telah menginstruksikan agar Pemprov DKI mempercepat vaksinasi dengan menargetkan 100.000 suntikan per hari. Total sekitar 7,5 juta warga DKI diharapkan bisa selesai divaksin pada Agustus nanti. "Ini memang target yang sangat ambisius. Tapi, mau tidak mau, kita harus ke sana, untuk mencapai kekebalan komunal," tutur Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Per 15 Juni, realisasi vaksinasi dua suntikan (genap) sudah menjangkau 11,7 juta orang (6,4% dari target). Sementara, yang sudah menjalani satu suntikan ada 20,7 juta orang (11,5% dari target).

Budi melanjutkan, vaksinasi memang terbukti bisa menekan kasus baru. Amerika Serikat (AS) adalah salah satu contoh keberhasilan vaksinasi. Kini, kasus baru Covid-19 harian di AS ada berkisar 11-12 ribu. Pada masa puncaknya, AS pernah membukukan 260 ribu kasus baru dalam 24 jam seperti yang terjadi awal Januari 2021.

Hingga 14 Juni, vaksinasi dua suntikan telah menjangkau 45% populasi di AS. Adapun yang telah menerima 1 kali suntikan sudah mencapai 53% dari total penduduk.

Inggris juga berhasil mengendalikan Covid-19 dengan vaksinasi. Pada puncaknya, awal Januari 2021, kasus baru mencapai 60.000 per hari. Dengan vaksinasi yang masif, kasus aktif Covid-19 terus susut hingga di bawah 4.000 kasus per hari mulai Maret hingga Mei. Angka kematian yang pernah 1.250 orang per hari, pun menciut menjadi di bawah 10 orang per hari.