Angka Positif Corona Alami Penurunan, DPR Soroti Anjloknya Jumlah Testing di Indonesia

Pemerintah perlu meningkatkan kapasitas 3T yakni, testing, tracing dan treatment, khususnya di daerah.

Ilustrasi

Dalam beberapa hari terakhir ini, penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Pada Selasa (20/7/2021), penambahan kasus terkonfirmasi adalah 38.325 orang. Namun, penurunan kasus ini bersamaan dengan anjloknya jumlah testing di Tanah Air yang drop hingga 68% dalam tiga hari.

Hal ini mendapatkan kritik dari Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR Ahmad Sahroni . Ia pun mempertanyakan penyebab penurunan testing tersebut. Seharusnya jumlah testing lebih ditingkatkan dari biasanya demi membendung penyebaran virus.Menurut Sahroni, untuk apa membohongi diri sendiri dengan menurunkan jumlah testing Covid-19 ini.

"Adanya penurunan jumlah testing Covid-19 ini juga menjadi pertanyaan bersama. Karena justru testing ini sangat krusial dalam melakukan tracing kasus. Kalau testingnya juga menurun, maka tracking kita juga tidak maksimal. Hasilnya penularan akan makin terjadi. Karenanya marilah, kita jangan bohongi diri sendiri," kata Sahroni, Rabu (21/7/2021).

Untuk itu, Bendahara DPP Partai Nasdem ini meminta agar pemerintah meningkatkan kapasitas testing demi membendung penyebaran virus corona varian delta yang sangat menular. Menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan kapasitas 3T yakni, testing, tracing dan treatment, khususnya di daerah.

"Seharusnya di kondisi seperti ini, di mana laju penularan sangat tinggi, maka testing perlu sangat digencarkan. Selain bisa membendung penularan kasus baru, hasil test juga tentunya bisa menjadi sumber data yang digunakan untuk mengambil kebijakan ke depannya," pungkas Sahroni.