Soal Boleh Tidaknya Operasi Plastik, Tompi: Gue Nggak Merubah Takdir!

Menurut Tompi, mengubah ciptaan Tuhan memang berdosa. Namun menurutnya, prosedur operasi plastik yang dilakukannya tak masuk dalam kategori tersebut.

Foto : @dr_tompi/instagram

Tompi tak hanya seorang musisi. Dia juga dikenal sebagai seorang dokter ahli bedah plastik. Tak pelak, dr. tompi kerap mendapatkan pertanyaan perihal hukum operasi plastik. 

Menurut Tompi, mengubah ciptaan Tuhan memang berdosa dalam pandangan syari’at Islam. Namun menurutnya, prosedur operasi plastik yang dilakukannya tak masuk dalam kategori dosa tersebut.

Kepada Luna Maya dan Marianne di kanal YouTube TS Media, dia bercerita kerap mendapatkan pertanyaan dari pasiennya. 

“Dok, dosa enggak sih gue melakukan bedah plastik kan mengubah takdir Tuhan?” ungkapnya.

Pria bernama lengkap dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE itu menjawab,”Kalau gue melihatnya bukan mengubah takdir

Tuhan. Mengubah takdir Tuhan itu kalau lu laki gue ubah jadi perempuan. Atau perempuan gue ubah jadi laki,” kata dia.

Tompi lalu memberi contoh, “Jadi misalnya pasien datang, ‘dok gue nggak suka punya payudara potong, buang! gue mau jadi laki’. Itu gue nggak kerjain karena kebetulan gue menganut pemahaman kalau takdir gue nggak mau,” ungkap Tompi.

“Prinsipnya gini, lu lahir sebagai laki-laki terus mau jadi perempuan. Gue nggak dalam posisi menjadi juri. Kalau ada yang mau ngerjain, terserah aja itu urusan lu. Tapi gue, sih, nggak mau,” lanjutnya.

Soal operasi plastik mengubah takdir atau nasib, Tompi punya pandangan sendiri. 

“Tapi misalnya gini, lu lahir sebagai perempuan payudara nggak gede-gede amat terus pengin gedein. Gue kerjain karena yang gue ubah bukan takdirnya. Besar kecil payudara itu bukan takdir, itu nasib. Nasib boleh, dong, gue ubah,” bebernya.

“Hidung mancung, hidung pesek itu nasib. Punya hidung itu takdir. Kasusnya sama, nih, lu punya anak lahir giginya tonggos maju banget, lu pasang behel. Nah, kalau gigi lu boleh mundurin masa hidung enggak boleh dimajuin,” ucap Tompi.