Negara Lain Terkena Krisis, Ekonomi Indonesia Masih Oke,Menko Airlangga Tak Ingin Terlena

Dampak ketidakpastian ekonomi global khususnya soal ancaman krisis pangan dan energi, tetap menjadi concern pemerintah. Termasuk potensi ledakan pandemi COVID-19.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, pemerintah tetap antisipasi berbagai dampak negatif dari gejolak ekonomi global. Untuk pandemi COVID-19, pemerintah mengalokasikan anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp455,6 triliun.

"Anggaran itu, untuk memulihkan ekonomi serta mendorong program-program pengurangan kemiskinan ekstrem. Sementara, APBN secara keseluruhan diarahkan menjadi shock absorber," papar Menko Airlangga, Jakarta, Senin (15/8/2022).

Dia bilang, pemerintah terus mengedepankan dan menjaga daya beli masyarakat. Karena, nasib ekonomi Indonesia sangat ditentukan konsumsi masyarakat.

“Di sisi eksternal, Indonesia memiliki modal yang baik. Indonesia mempunyai ketahanan yang terjaga akibat neraca perdagangan yang surplus selama 26 bulan berturut-turut," terang Menko Airlangga.

"Ekspor Indonesia mencatatkan raihan positif sebagai peringkat ke-6 negara dengan pertumbuhan ekspor tertinggi yang mendekati 40 persen. Dan, IHSG juga kembali ke level sebelum pandemi. Utang Pemerintah masih di bawah 40 persen dan ekonomi di tahun 2022 secara year on year diperkirakan berada di kisaran 5,2 persen," imbuh Ketua Umum partai Golkar ini.

Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa pemerintah terus menjaga dan mendorong pemulihan di berbagai sektor yang saat ini menjadi penghela, yakni sektor industri, perdagangan, informasi komunikasi, serta pertanian.