Ridwan Kamil Pastikan Pelaku Perundungan ABK di Cirebon Sudah Diproses Hukum!

Tak hanya kepada peserta didik, ia juga meminta kepada para orangtua dan guru agar mengedukasi anak-anaknya terkait rasa sayang kepada sesama. Sehingga, kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil - Foto: Humas Pemprov Jabar

Aksi perundungan atau bullying kembali terjadi di Provinsi Jawa Barat (Jabar), tepatnya di Kabupaten Cirebon, yang menimpa anak berkebutuhan khusus (ABK) atau disabilitas. Kasus perundungan itu viral di jagat media sosial.

Berdasarkan video berdurasi 24 detik itu tampak remaja yang masih menggunakan seragam sekolah tingkat SMA sembari menghisap rokok menginjak bagian punggung dan bahu sang ABK. Insiden itu sontak menjadi perhatian warganet dan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

"Tidak boleh ada bully di lingkungan kita. Apalagi kepada kaum disabilitas, yang harus lebih kita pahami dan sayangi. Setiap kita adalah unik dalam eksistensi hidupnya," begitu cuitan Ridwan Kamil, Rabu (21/09/2022).

Kang Emil (demikian dia biasa disapa) memastikan, kasus perundungan itu telah ditangani pihak kepolisian. Satu dari 3 pelaku kekerasan dan perundungan di Kabupaten Cirebon ini sudah diamankan pihak berwajib.

"Menindaklanjuti hal ini, 1 dari 3 pelaku kekerasan dan bully di Kabupaten Cirebon sudah ditangkap polisi. Pelaku akan ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku," ucap Kang Emil sapaannya.

Sementara itu, untuk pendampingan mental korban, Kang Emil telah mengerahkan tim psikolog dari @QrJabar (Jabar Quick Response).

Bekas Walikota Bandung itu juga meminta kepada seluruh peserta didik di sekolah untuk saling menyayangi sesama manusia.

"Untuk anak-anakku di sekolah, mari selalu saling menyayangi sesama manusia. Perlakukan teman kita seperti kita ingin diperlakukan dgn baik oleh orang lain," pintanya.

Tak hanya kepada peserta didik, ia juga meminta kepada para orangtua dan guru agar mengedukasi anak-anaknya terkait rasa sayang kepada sesama. Sehingga, kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Untuk para orangtua dan para guru, mari edukasi terus rasa sayang kemanusiaaan kepada anak-anak asih dan anak didik kita. Agar dunia selalu damai dan saling tolong menolong. Salam sayang," tutupnya.