Harga STB Bikin Kocek Masyarakat Jebol, Ini Kata Menkominfo

Kocek masyarakat jebol lantaran harga Set Top Box (STB) yang mahal

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Penerapan kebijakan pemadaman TV analog ke siaran digital (Analog Switch Off /ASO) di Jabodetabek sejak 2 November 2022 memunculkan masalah baru di tengah masyarakat.

Kocek masyarakat jebol lantaran harga Set Top Box (STB) yang mahal. Padahal untuk bisa menonton siaran televisi digital masyarakat harus memakai STB.

Hal itu diungkap anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi dalam rapat dengar pendapat Komisi I DPR dengan Kominfo pada Rabu kemarin,

Politikus Partai Golkar tersebut mengaku mendapatkan keluhan soal STB dari warga daerah pemilihannya (dapil) di Sumatera Selatan.

"Waktu itu disampaikan dalam rapat bahwa harganya sekitar Rp150.000 dan Rp200.000, tapi sekarang di pasaran sudah sampai Rp 400.000 sampai Rp500.000," kata Bobby.

Ia pun mempertanyakan terkait pengawasan harga STB maupun regulasinya. Sebab, dari laporan warga itu justru menjadi pertanyaan tentang regulasi terhadap pengaturan harga akses STB.

Menanggapi permasalahan tersebut, Menteri Kominfo, Johnny Plate  mengatakan bahwa kementeriannya tidak berwenang mengendalikan harga.

"Harga dan suplay adalah mekanisme pasar tersendiri. Soal operasi pasar, itu dilakukan Kementerian Perdagangan. Soal produksi oleh Kementerian Perindustrian," kata Johnny.

Wewenang Kominfo, kata Johnny, terutama terletak pada penetapan standar STB. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak dirugikan ketika membeli STB untuk dapat mengakses siaran tv digital. Adapun saat ini, Kominfo telah menetapkan 46 produsen yang memproduksi 84 tipe STB.

"Kominfo hanya sampai situ. Operasi pasar, harga, bukan kewenangan kominfo makanya kami tidak bisa mencampuri urusan itu terlalu jauh," ucap Johnny.

Secara kewilayahan siaran, Johhny mengatakan bahwa 132 wilayah layanan dari total 225 wilayah telah dilakukan ASO. Adapun 132 wilayah layanan tersebut meliputi 230 kabupaten/kota.

Itu artinya, masih terdapat 93 wilayah layanan di 284/kota yang akan dilakukan ASO sesuai kesiapan masing-masing.

Johnny mengatakan pelaksaan ASO sangat bergantung pada sejumlah faktor. Mulai dari infrastruktur multiplexing hingga pendistribusian STB untuk rumah tangga miskin.