PPKM Jawa Barat, Destinasi Wisata di Zona Merah Ditutup

Kabupaten Kota harus konsisten merujuk ke zona risiko dalam antisipasi lonjakan Covid-19. Selain itu, meningkatkan kepatuhan untuk industri wisata dan pelaku wisata melalui screening rapid antigen

Kawah Putih Bandung

27 daerah kota dan kabupaten di Jabar terapkan aturan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), maupun adaptasi
kebisaan baru (AKB) dalam kurun waktu 11-25 Januari mendatang. 

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan, ada beberapa kesepakatan hasil rapat koordinasi dengan dinas pariwisata kabupaten kota se-
Jabar. 

"Beberapa isu strategis yang disepakati adalah penerapan PSBB/PPKM di zona merah melakukan penutupan destinasi wisata, seperti di daerah
Kabupaten Garut, lalu menurunkan kapasitas sebesar 25%, meningkatkan patroli protokol kesehatan, dan pengawasan ketat di destinasi wisata
seperti di daerah Bekasi, Karawang, Ciamis, Depok," ujar dia pada wartawan usai rapat koordinasi di kantornya, Selasa, 12 Januari 2021. 

Berdasarkan peta zona risiko periode 4 - 10 Januari 2021, terdapat 21 daerah yang akan memberlakukan PSBB proporsional atau PPKM. Yakni
zona merah (risiko tinggi) Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok. 

Selain itu di zona oranye (risiko sedang) Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten
Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota
Cirebon, Kota Cimahi, Kota Tasik juga diberlakukan PSBB/PPKM. 

Di luar daerah tersebut, Pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) untuk Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya,
Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran dan Kota Bogor.

Untuk kabupaten kota yang berada di zona oranye, selain memperketat protokol kesehatan, mengurangi kapasitas 25%, juga meningkatkan
screening wisatawan yang masuk dengan Rapid Test Antigen. 

Selain membahas PPKM, kata Dedi, pihaknya membahas implementasi Kepgub Jabar No. 443/2021 ttg Protokol Kesehatan di Sektor ParBudEkraf
yang mengatur tentang waktu operasional Tempat Wisata, Hotel Restoran, Mall, Sanggar, dan Kolam Pancing beserta kapasitas maksimalnya
selama PSBB/PPKM. 

"Ada beberapa hal yang mengemuka dalam diskusi yaitu terkait pengaturan tentang event pernikahan non gedung, kolam pancing di kawasan
rural, serta permintaan bantuan rapid test untuk screening pengunjung di destinasi wisata," ujar dia. 

Menurut dia, hasil rapat disepakati bahwa Kabupaten Kota harus konsisten merujuk ke zona risiko dalam antisipasi lonjakan Covid-19. Selain
itu, meningkatkan kepatuhan untuk industri wisata dan pelaku wisata melalui screening rapid antigen. 

“Dibentuk posko prokes dan manajemen gugus di masing-masing tempat wisata, hotel dan resto, pengawasan dan edukasi pelaku dan pengunjung
dan Cekpoint antar wilayah dengan screening rapid antigen,” kata Dedi.