Sri Sultan Hamengku Buwono X Mengaku Siap Disuntik Vaksin Covid–19

Harapan saya kalau yang muda-muda janganlah untuk menolak di vaksin karena disuntik vaksin ini untuk menumbuhkan imunitas antibodi pada yang bersangkutan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan apabila memenuhi syarat, dirinya siap disuntik vaksin Covid – 19 untuk lansia.

Pernyataan Gubernur DIY tersebut diutarakannya usai menerima audiensi Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) secara daring, Senin (22/02) di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Menurut Sri Sultan, vaksinasi ini memang sangat penting untuk melindungi diri dan orang lain dari risiko terpapar Covid–19.

“Iya saya ikut (divaksin) kalau ada yang untuk lansia. Hanya kita belum tahu persis, kita nunggu aplikasinya dari Pak Menteri Kesehatan,” ujar Sri Sultan.

Pernyataan Gubernur DIY ini disampaikan Sri Sultan menjelaskan, vaksinasi untuk Lansia memang menjadi prioritas karena rata-rata semakin berumur akan semakin beresiko memiliki penyakit bawaan. Untuk itu, resiko bergejala berat bagi Lansia jauh lebih tinggi, karena dipengaruhi juga oleh faktor menurunnya imunitas. Namun memang proses vaksinasi untuk Lansia memiliki persyaratan administratif kesehatan yang lebih kompleks.

“Kalau kira-kira persyaratan bagi Lansia tidak terpenuhi ya belum tentu bisa divaksin, karena dengan kondisi seperti itu (tidak memenuhi syarat) mungkin justru akan membahayakan dirinya,” jelas Sri Sultan.

Lebih lanjut Sri Sultan menghimbau masyarakat di usia muda atau produktif untuk tidak menolak divaksin. Vaksinasi menjadi salah satu benteng pertahanan untuk meminimalisir resiko paparan virus corona. Apabila masyarakat dengan mobilitas tinggi lebih kebal terhadap paparan virus, tentu kondisi di berbagai aspek bisa pulih dengan lebih cepat.

“Harapan saya kalau yang muda-muda janganlah untuk menolak di vaksin karena disuntik vaksin ini untuk menumbuhkan imunitas antibodi pada yang bersangkutan. Jadi bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” kata Sri Sultan.

Pada kesempatan tersebut, Sri Sultan juga menyampaikan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM Mikro) di DIY hingga 08 Maret 2021 mendatang. Meskipun angka kasus di DIY cenderung turun, namun Pemda DIY menganggap angka tersebut masih fluktuatif dan belum stabil.

“Pusat juga memperpanjang PPKM, jadi meskipun kasus Jogja semakin turun tapi juga fluktuatif. Bahkan meskipan kita hijau pun, kalau lingkungan di sekitar DIY merah, ya akan ikut merah. Nah karena ini sudah merah semua ya kita berharap perpanjangan ini mampu menurunkan angka kasus di semua tempat,” jelas Sri Sultan.

Lebih lanjut, Sri Sultan mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, mendukung vaksinasi dan sebisa mungkin tetap produktif tanpa melanggar protokol kesehatan.