Barbuk 4 Kg Sabu Dimusnahkan, Polres Sanggau Ajak Stakeholder Cegah Narkoba di Masyarakat

Untuk memberantas narkoba tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri, perlu adanya dukungan dari stekholder juga

Polres Sanggau musnahkan barbuk 4 kg sabu. (foto: istimewa)

Kepolisian Resor Sanggau di Kalimantan Barat, musnahkan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak empat kilogram dengan cara dilarutkan dalam cairan disinfektan dan solar.

Kepala Polres Sanggau, AKBP Ade Kuncoro Ridwan, di Sanggau, Kamis, mengatakan, pemusnahan sabu dengan cara dilarutkan dalam air kemudian dicampur cairan disinfektan dan solar agar barang haram itu tidak bisa digunakan lagi.

Ia menjelaskan, setelah sabu itu dihancurkan di dalam tong kemudian langkah selanjutnya air yang sudah bercampur sabu di timbun di dalam tanah, tepatnya di samping halaman Kantor Polres Sanggau.

Pemusnahan barang bukti yang dilakukan Polres Sanggau itu, kata dia, terdiri dari satu perkara yaitu tindak pidana penyelundupan narkotika golongan satu, yakni jenis sabu, dari Malaysia yang akan di bawa ke Pontianak.

"Pemusnahan barang bukti sabu ini berdasarkan pengesahan dari kejaksaan dan dilakukan secepatnya demi meminimalisir penyalahgunaan barang bukti tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Dalam kesempatan itu, dia turut mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

"Untuk memberantas narkoba tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri, perlu adanya dukungan dari stekholder juga, dan kami selama ini telah bekerjasama bersama BNN bukan hanya pemberantasan saja, melainkan bagaimana untuk melakukan pencegahan masuknya narkoba di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sanggau, Jumadi, menyatakan salut terhadap kinerja Polres Sanggau dalam mengungkap dan menangkap pelaku penyelundupan narkotika di Kabupaten Sanggau.

"Saya berharap Polres Sanggau meningkatkan lagi pengawasan terhadap narkoba, dan saya juga berharap masyarakat di Sanggau agar menjauhi narkoba, karena undang undang kita telah mengatur hukumannya dan narkoba dapat merusak generasi bangsa," ujarnya.

Ia juga berharap hukuman seberat beratnya untuk pengedar dan bandar narkoba tetap diterapkan, kalau bisa diberikan hukuman mati biar memberikan efek jera.