Mundur Sebagai Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu: Ada Motif Politik di Balik Mosi Tidak Percaya

Bartomeu menyebut ada motivasi politik terkait pemilihan presiden di balik petisi yang ditandangan puluhan ribu orang tersebut

Josep Maria Bartomeu. (Foto: goal.com)

Josep Maria Bartomeu akhirnya resmi mengundurkan diri sebagai Presiden Barcelona, Rabu (28/10/2020). Bartomeu, yang masa jabatannya akan berakhir pada Maret 2021, mengundurkan diri setelah adanya mosi tak percaya dari para socios atau anggota Barcelona.

Dari 16.250 tanda tangan yang ditargetkan, terkumpul 20.687 tanda tangan agar Bartomeu mundur dari kursinya.

Ia mengatakan, pengunduran diri bersama dewan direksi lainnya telah dilakukan dengan sejumlah pertimbangan matang. Bartomeu yang naik jadi presiden menggantikan Sandro Rosel enam tahun lalu itu pun memilih mundur ketimbang 'dipecat' oleh petisi mosi tidak percaya.

"Ini adalah keputusan yang dipertimbangkan oleh semua orang. Pagi ini saya menerima tanggapan dari Generalitat dan tanggapannya jelas menegaskan kembali bahwa tidak ada halangan hukum untuk melanjutkan mosi tidak percaya. Keputusan-keputusan ini kontradiktif dan tidak bertanggung jawab," paparnya, dilasir dari Marca.

Bartomeu menyebut ada motivasi politik terkait pemilihan presiden di balik petisi yang ditandangan puluhan ribu orang tersebut untuk memecatnya.

"Kami tidak ingin harus memilih antara kesehatan dan pemilihan, dan itulah mengapa kami tidak melakukan pemungutan suara dan kami segera mengundurkan diri," kata Bartomeu.

Bartomeu menjelaskan kenapa dia tidak langsung mengundurkan diri sejak awal, terutama setelah Barcelona dilumat Bayern Munchen 2-8 dan hancur lebur di musim lalu. Menurutnya, hal itu dia lakukan demi keberlangsungan klub.

"Setelah tersingkir dari Liga Champions, hal termudah adalah mengundurkan diri, tetapi keputusan harus diambil dan kami tidak segera mengundurkan diri. Selanjutnya, kami berada di tengah-tengah krisis dunia."

"Kami tidak bisa meninggalkan klub di tangan dewan manajemen, siapa yang mempekerjakan manajer baru? Siapa yang menandatangani? Siapa yang membela kelangsungan Messi? Siapa yang membuat proposal untuk menyesuaikan gaji? Kami memahami bahwa keputusan harus dibuat berdasarkan tanggung jawab, meskipun keputusan itu tidak nyaman dan tidak populer," tambahnya.

Desakan mundur Bartomeu sudah menggema sejak lama dan makin menguat beberapa bulan lalu setelah Barcelona nir gelar musim 2019/2020, khususnya setelah Lionel Messi mengutarakan niatnya ingin pergi dan Barcelona dihajar habis-habisan oleh Bayern.

Pascanir gelar, Bartomeu kemudian memecat Quique Setien dari kursi pelatih. Dia kemudian menunjuk Ronald Koeman sebagai nahkoda baru Messi cs di musim 2020/2021.