Pengamat MotoGP: Tanpa Marc Marquez, Honda tak Pernah Menangkan Balapan

Hasil itu memperpanjang rekor buruk Honda yang tidak pernah memenangkan balapan tanpa Marc Marquez sejak musim lalu. Menurut Pernat, Honda berada di neraka selama Marc Marquez absen.

Pebalap MotoGP dari Repsol Honda, Marc Marquez - Foto: MotoGP

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, mengkritik Repsol Honda yang terlalu bergantung kepada Marc Marquez. Pada awal musim 2021, Honda tidak bisa berbicara banyak karena Marc Marquez absen.

Honda mengandalkan Pol Espargaro dan pembalap penguji mereka, Stefan Bradl, dalam dua balapan pertama musim ini yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar. Akan tetapi, kedua pembalap itu ternyata gagal memberikan hasil apik untuk Honda.

Pol finis di posisi delapan pada balapan perdana musim ini, MotoGP Qatar 2021. Akan tetapi, dia gagal mengukir hasil lebih baik karena finis di posisi ke-13 pada balapan berikutnya, MotoGP Doha 2021.

Hasil buruk juga diukir Bradl yang menggantikan Marc Marquez untuk sementara waktu. Pembalap asal Jerman itu finis di posisi ke-11 dan 14 pada dua balapan pertama musim ini.

Hasil itu memperpanjang rekor buruk Honda yang tidak pernah memenangkan balapan tanpa Marc Marquez sejak musim lalu. Menurut Pernat, Honda berada di neraka selama Marc Marquez absen.

“Honda adalah neraka karena 150 persen bergantung pada Marquez. Mereka tidak bisa tenggelam seperti itu,” ujar Pernat, mengutip dari Motosan, Rabu (07/04/2021).

Selain itu, Pernat pun mengkritik Pol yang gagal menunjukkan tajinya bersama motor RC213V. Pernat bahkan menilai penampilan Bradl lebih baik ketimbang Pol meski finis di belakang pembalap asal Spanyol itu dalam dua balapan pertama.

“Yang melakukan hasil terbaik adalah Bradl meski merupakan pembalap penguji. Sementara itu, Pol Espargaro sepertinya gagal untuk saat ini,” tuturnya.

Marc Marquez dikabarkan bisa tampil pada balapan ketiga musim ini, MotoGP Portugal 2021, jika proses pemulihannya berjalan lancar. Patut ditunggu aksi Marc Marquez yang sudah absen balapan selama kurang lebih delapan bulan.