Polemik Ban Kapten Warna Pelangi Manuel Neuer: Diselidiki UEFA, Dibela DFB

Bulan Juni memang menjadi Pride Month, atau ketika banyak orang di dunia mendukung komunitas LGBT.

Manuel Neuer. (foto: istimewa)

Otoritas Sepak Bola Eropa (UEFA) turun tangan menyelidiki dugaan 'pesan politik' terkait ban kapten pelangi yang dikenakan Manuel Neuer. UEFA menganggap ban kapten pelangi Neuer sebagai simbol politik.

Diketahui UEFA melarang pemain dan tim mendemonstrasikan politiknya. Ban kapten dengan motif warna pelangi identik sebagai simbol LGBT.

Bulan Juni memang menjadi Pride Month, atau ketika banyak orang di dunia mendukung komunitas LGBT.

Pride Month sendiri menjadi ajang peringatan atas penggerebekan polisi pada komunitas gay bernama Stonewall Inn di New York, pada 1969, yang berujung kericuhan. Sejak saat itu, Pride Month dilakukan untuk mengenang represi polisi, sekaligus upaya untuk menyuarakan hak-hak LGBT.

Pengenaan ban kapten pelangi Manuel Neuer dikonfirmasi oleh perwakilan DFB (federasi sepakbola Jerman).

"Memang benar ban kapten sedang diinvestigasi. Kami juga akan membicarakan hal ini dengan UEFA. Peraturan tersebut menyatakan bahwa ban kapten yang secara resmi disediakan oleh UEFA harus dipakai," ucap Jens Grittner, juru bicara media dari DFB.

"Juni juga merupakan momen 'pride month' dalam olahraga untuk membela lebih banyak keragaman. Tahun ini DFB berpartisipasi dengan berbagai kampanye. Manuel Neuer telah mengenakan ban kapten pelangi sejak pertandingan persahabatan melawan Latvia pada 7 Juni, sebagai simbol dan komitmen yang jelas dari seluruh tim terhadap keragaman, keterbukaan dan toleransi dan melawan kebencian dan pengucilan. Pesannya adalah: kami penuh warna! " sambung dia.

Neuer telah mengenakan ban lengan pelangi untuk menunjukkan solidaritas kepada komunitas LGBT+ selama beberapa waktu belakangan ini.

Penjaga gawang Bayern Muenchen itu pertama kali mengenakannya dalam pertandingan persahabatan Jerman melawan Latvia pada 7 Juni. 2021.

Dia kemudian melanjutkan aksi itu dalam pertandingan pembukaan EURO 2020 melawan Timnas Prancis dan Timnas Portugal selama seminggu terakhir ini.

Jerman, yang tergabung di Grup F, akan menghadapi Hongaria di Allianz Arena. Kabarnya, Jerman akan menyulap tampilan stadion milik Bayern Muenchen itu dengan warna pelangi.

Di gelaran Euro 2020, isu LGBT menjadi sorotan. Khususnya yang terjadi di Hongaria, salah satu tuan rumah turnamen.

Hongaria menjadi tuan rumah fase Grup F, saat melawan Portugal dan Prancis, di Puskas Arena. Pada laga pertama melawan Portugal, terlihat spanduk bernada homofobik masih terpampang.

Di antara 60 ribu penonton yang memadati menonton pertandingan Euro 2020, terlihat spanduk yang isinya menentang komunitas LGBT di negaranya. Hal itu terjadi, tak lama setelah Parlemen Hongaria, yang dikepalai pemimpin sayap kanan Viktor Orban, baru saja mengesahkan UU Anti LGBT di negaranya.