Berpisah dengan Ronaldo, MU Bisa Hemat Sampai Rp 301,2 Miliar!

Dilaporkan Sky Sports dan ESPN, MU tak perlu membayar uang sebesar 15-16 juta Pound (sekitar 282,4 -301,2 miliar Rupiah), yang merupakan sisa gaji Ronaldo hingga Juni 2023. Sang pemain juga disebut tak masalah dengan langkah ini

Bintang Sepak Bola Kenamaan Asal Portugal, Cristiano Ronaldo - Foto: IG Cristiano

Setelah cukup lama berpolemik, Cristiano Ronaldo dan Manchester United akhirnya sepakat berpisah. Perpisahan tersebut bisa membuat Red Devil berhemat banyak dengan perginya penyerang asal Portugal tersebut.

Dilaporkan Sky Sports dan ESPN, MU tak perlu membayar uang sebesar 15-16 juta Pound (sekitar 282,4 -301,2 miliar Rupiah), yang merupakan sisa gaji Ronaldo hingga Juni 2023. Sang pemain juga disebut tak masalah dengan langkah ini.

Ronaldo tak ingin masalah dengan MU jadi berlarut-larut, sementara pihak klub serius untuk melancarkan tuntutan kepada pemain 37 tahun itu akibat wawancaranya dengan Piers Morgan. Pemutusan kontrak ini akhirnya melegakan kedua pihak.

MU kini bisa melanjutkan hidup dan tak lagi terlibat dengan segala drama terkait Ronaldo. Erik ten Hag selaku manajer juga bisa fokus membangun tim tanpa perlu diganggu pertanyaan mengenai pemain asal Madeira itu.

Apalagi, Ronaldo bukanlah pemain utama dalam skema permainan Ten Hag. Musim ini, ia baru mengemas tiga gol dan dua assist dalam 16 laga.

Bagi Ronaldo, pemutusan kontrak ini juga membuatnya leluasa mencari klub baru karena sudah tak terikat dengan siapapun. Ia diyakini sedang mencari klub yang masih bertahan di fase gugur Liga Champions.

Kisruh Ronaldo dan MU berawal dari wawancara kontroversial yang dilakukan sang striker bersama Piers Morgan bulan ini. Dalam sesi tanya jawab itu, Ronaldo banyak mengkritik MU, sesuatu yang sebetulnya haram dilakukan.

Setiap pemain di Premier League diketahui tak boleh menerima wawancara tanpa seizin klub, dan tak boleh menulis atau mengatakan apapun yang bisa memberi citra buruk terhadap klub. Apa yang dilakukan Ronaldo jelas melanggar ketentuan di atas.

Ia diperkirakan sengaja melakukannya demi bisa pindah dari MU. Wawancara itu pula yang menjadi dasar bagi MU untuk memutus kontraknya tanpa memberikan kompensasi.