DPR Minta Polri Gunakan Anggaran untuk Kejar Bandar, Bukan Pengguna Narkoba

Lebih jauh politikus Partai Demokrat ini menegaskan, fokus mengejar bandar narkoba hendaknya menjadi program Polri di semua level, dari Polres hingga Mabes. Dengan begitu Polri tidak hanya berfokus menangani kasus-kasus kecil saja yang cuma melibatkan pengguna

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan - Foto Istimewa

Anggota Komisi III Hinca Panjaitan meminta agar anggaran yang dimiliki Polri difokuskan untuk penanganan kasus-kasus besar, misalnya seperti untuk penanganan narkoba. Dia berharap, agar pemanfaatan anggaran Polri ditujukan untuk mengejar bandar, bukan mengejar pengguna narkoba.

"Kalau disebutkan penyelundupan dan peredaran narkoba masih banyak sekali. Saya mohon pimpinan Polri untuk budgetnya digunakan pada mengejar bandar. Pada orang yang mencari keuntungan untuk peredaran narkoba itu. Bukan pada korban atau pengguna," kata dia dalam rapat Komisi III bersama Kemenkum HAM, Polri, dan Kejagung, Rabu (24/06/2020).

Lebih jauh politikus Partai Demokrat ini menegaskan, fokus mengejar bandar narkoba hendaknya menjadi program Polri di semua level, dari Polres hingga Mabes. Dengan begitu Polri tidak hanya berfokus menangani kasus-kasus kecil saja yang cuma melibatkan pengguna.

"Karena di lapangan kami menemukan bahwa banyak sekali anggaran kita habis untuk hal-hal yang mengenai pengguna tadi. Sekali lagi kita kejar penyelundup dan bandar narkobanya tapi gunakan budget kita tidak untuk yang pengguna," paparnya. 

Sebab, menurutnya, jika hanya mengejar pengguna maka ujung-ujungnya akan berdampak pada kemampuan aparat penegak hukum sendiri. Misalnya terkait dengan daya tampung ruang tahanan yang dimiliki polisi.

"Di polres Simalungun, itu tahanan untuk Polsek sampai Polres itu narkoba nya sudah tidak muat. Karena ditangkapi semua juga yang pengguna," pungkasnya.