Kader PDIP Tolak Vaksin COVID-19, Roy Suryo: Bagaimana ini Pak Jokowi, Kok Jadi Menakuti-Nakuti Masyarakat?

Bahkan, kata Roy, penolakan dari Ribka Tjiptaning juga membawa kesan menakut-nakuti masyarakat dengan mepertanyakan uji klinis tahap tiga vaksin yang dilakukan Bio Farma

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo _ Foto: Antara/Andika Wahyu

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ribka Tjiptaning dengan tegas menolak disuntik vaksin Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 dari Sinovac. 

Penolakan tersebut disampaikan Ribka Tjiptaning dalam rapat kerja dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito, dan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, (12/01/2021).

Sontak saja, pernyataan dan penolakkan keras Ribka Tjiptaning itu menyita perhatian publik, mengingat dia adalah kader PDIP yang 'nota bene' adalah partai pemerintah.

Tak terkecuali politisi Partai Demokrat, Roy Suryo pun mengaku heran dengan sikap Ribka Tjiptaning yang berseberangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi),  yang satu partai dengannya.

"Bagaimana ini Pak Jokowi, kami alumni asli UGM Yogyakarta sudah kompak siap divaksin, kok malahan ada anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan menolak divaksin," cuit Roy Suryo di akun Twitternya, Selasa (12/01/2021).

Bahkan, kata Roy, penolakan dari Ribka Tjiptaning juga membawa kesan menakut-nakuti masyarakat dengan mepertanyakan uji klinis tahap tiga vaksin yang dilakukan Bio Farma.

"(Ribka) bahkan 'menakut-nakuti' masyarakat dengan bahaya-bahaya vaksin-vaksin sebelumnya dan fakta belum uji vaksin ke-3 Bio Farma. Ambyar," tandasnya.

Sebelumnya, Ribka beralasan, sikap tegasnya menolak divaksin karena mendengar pernyataan PT Bio Farma yang menyebut belum melakukan uji klinis tahap ketiga.

"Orang Bio Farma juga masih bilang belum uji klinis ketiga dan lain-lain," tuturnya.

Selain itu, ia mengaku memiliki pengalaman pahit dalam melihat sejumlah vaksin yang pernah masuk ke Indonesia. Hadirnya sejumlah vaksin tersebut, bagi Ribka justru memperburuk keadaan.

"Vaksin untuk anti polio malah lumpuh layu di Sukabumi, terus anti kaki gajah di Majalaya (mengakibatkan) mati 12 (orang). Karena di India ditolak, di Afrika ditolak, masuk di Indonesia dengan (anggaran) Rp 1,3 triliun waktu saya Ketua Komisi (IX). Saya ingat betul itu, jangan main-main dengan vaksin ini," tegas Ribka Tjiptaning.