AHY Sebut Demokrasi Terancam, Anak Muda Ditantang Berani Bersuara dan Bertindak 

Ketua Umum Partai Demokrat AHY mengungkapkan empat pola yang menguat belakangan ini.

Ketum Partai Demokrat AHY

Dalam tataran global, ada kecenderungan pada masa pandemi digunakan oleh sejumlah pemerintahan untuk konsolidasi kekuasaan, meningkatkan otoriteranisme dan karenanya mencederai demokrasi. Apakah kecenderungan ini juga terjadi di Indonesia.

Ketua Umum Partai Demokrat AHY mengungkapkan empat pola yang menguat belakangan ini.

"Politik identitas dan polarisasi; globalisasi dan penguatan oligarki; on-line disinformation; menurunnya kebebasan sipil dan fragmentasi masyarakat sipil," ujar AHY berbicara ketika membuka pelatihan politik Emerging Leaders Academy yang diselenggarakan International Republican Institute (IRI) Selasa (19/1).

Kepada para peserta yang datang dari berbagai latar belakang, AHY mengajak mereka untuk berkontribusi aktif dalam politik sambil mengingatkan tentang peran pemuda dalam momen-momen penting sejarah bangsa sejak 1928 sampai reformasi 1998. "Why not now?" tanya AHY retoris.

Ada tiga hal yang AHY tawarkan untuk dilakukan anak-anak muda: pertama, berani bersuara dan tetap bertanggung jawab. AHY mencontohkan penolakan atas RUU HIP, Minerba dan RUU Ciptaker, yang tidak relevan pada masa pandemi dan masih mengandung banyak masalah. 

"Apakah RUU ini mengandung prinsip keadilan sosial (social justice) sesuai konsep ekonomi Pancasila yang diamanahkan oleh para founding fathers kita?" tanya AHY.

Kedua, aksi nyata. "Walk the talk," tegas AHY, "Pemuda itu harus berani tampil, turun langsung ke lapangan dan melakukan aksi-aksi nyata yang dapat berdampak positif bagi sekitar." 

Terakhir, adalah sinergi dan kolaborasi. "Membangun negara tidak bisa sendirian, apapun latar belakang kita," kata AHY. Ia mengajak anak-anak muda untuk bersama–sama melakukan perubahan dan menjadi bagian dari solusi atas permasalahan bangsa serta mencapai cita-cita besar bersama. 

IRI adalah lembaga nirlaba untuk pengembangan demokrasi global yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat. Emerging Leaders Academy ini merupakan program rutin yang mereka selenggarakan sebagai pelatihan politik bagi anak-anak muda. Politisi dari Nasdem, PKB dan PSI dijadwalkan mengisi acara ini.