Survei Membuktikan: Gatot Nurmantyo Masih Ada di Daftar Populer Capres 2024

Di urutan ketujuh ada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan 4,4 persen suara.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru saja merilis hasil simulasi tertutup 10 nama calon presiden (capres). Ternyata, dari 10 nama tersebut, terdapat dua nama yang bukan merupakan pejabat, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gatot Nurmantyo yang mempunyai keterpilihan sebagai capres.

Dalam simulasi tertutup 10 nama itu, responden ditanya "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut?'"

Hasilnya, AHY yang merupakan ketua umum Partai Demokrat ada di posisi keenam dengan 6,2 persen dukungan responden. Sedangkan Gatot Nurmantyo yang merupakan presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ada di posisi kedelapan dengan raihan 2,6 persen suara responden.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam simulasi 10 nama ini ada di urutan teratas setelah dipilih 26,0 persen responden. Di bawahnya ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 15,4 persen. 

Kemudian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih 13,3 persen dukungan responden.
Di bawah Anies ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dengan 10,4 persen suara. Kemudian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di urutan kelima dengan 7,5 persen suara.

Di urutan ketujuh ada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan 4,4 persen suara. Ketua DPR RI Puan Maharani ada di urutan kesembilan dengan 1,1 persen suara. Terakhir, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan ada di urutan 10 dengan 0,6 persen. Sebanyak 12,6 responden tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei yang dilakukan LSI menggunakan metode wawancara tatap muka sejak 25-31 Januari 2021. Adapun responden yang disurvei sebanyak 1.200 orang dengan margin of error dari ukuran sample tersebut sebesar sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Kemudian populasi survei seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah saat disurvei.