Demokrat Sakit Hati Yasonna Laoly Sebut AHY Masih Lama Jadi Presiden, Arteria: Nggak Usah Baper!

Diberitakan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly melempar candaan kepada Politisi Demokrat, Benny K Harman. Ia bercanda menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono masih lama menjadi presiden

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - Foto IG AHYforAll

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menilai, pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Laoly menyakitkan. 

Seperti diberitakan, Yasonna menyindir Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang masih lama menjadi presiden. Herzaky mengatakan, Demokrat tidak akan memperpanjang candaan itu. Lantaran Yasonna sudah menyampaikan permohonan maaf.

"Karena sudah minta maaf, meski masih sakit rasanya hati ini, tidak perlu kita perpanjang," kata dia saat dihubungi, Kamis (10/06/2021).

Dia pun enggan memberikan komentar lebih banyak. Suara hati Partai Demokrat, jelas dia, sudah disampaikan oleh Kader Demokrat Santoso. Dia meminta Yasonna mencabut kembali pernyataannya.

"Sudah ditegur Bang Santoso itu," singkat dia.

Meski demikian, dalam pandangan dia, candaan yang dilontarkan oleh Politisi PDIP tersebut tidak bijak. Pejabat publik seharusnya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan.

"Tidak bijak. Namanya pejabat publik, harus berhati-hati dalam memberikan statemen, termasuk dalam bercanda. Tidak pas konteksnya," ujar tambah Herzaky.

Diberitakan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly melempar candaan kepada Politisi Demokrat, Benny K Harman. Ia bercanda menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono masih lama menjadi presiden.

Candaan itu dilempar saat bicara pasal penghinaan presiden dalam draf RUU KUHP. Yasonna mengatakan pasal tersebut dimasukkan untuk menjaga martabat presiden hari ini hingga yang akan datang.

"Tapi apa kita biarkan presiden yang akan datang digituin? Mungkin saja satu di antara kita jadi presiden," kata Yasonna saat rapat kerja Komisi III dengan Menkumham di DPR, Rabu (09/06/2021).

Yasonna menyebut atasan politikus Gerindra Habiburokhman, Prabowo Subianto, sampai atasan Demokrat. Canda Yasonna, AHY masih lama menjadi presiden karena masih muda.

"Atau bos Habib, kita biarkan itu? Kalau bos pak Benny masih lama barangkali. Misalnya, contoh. Ya kan. Masih muda. Canda canda," katanya disambut gelak tawa seisi ruangan.

Menanggapi itu, Anggota Komisi III Fraksi Demokrat DPR RI Santoso menyatakan tidak terima candaan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terhadap Ketua Umum Demokrat AHY soal masih lama menjadi presiden lantaran masih muda.

Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta ini meminta Yasonna mencabut pernyataannya. Sebab Yasonna juga merupakan kader politik dari PDI Perjuangan.

"Saya ingin apa yang Pak Menteri sampaikan yang menyatakan bos pak Benny masih lama itu supaya dicabut. Saya sangat keberatan," kata Santoso saat rapat kerja dengan Komisi III dengan Menkumham di DPR, Jakarta, Rabu (09/06/2021).

"Kenapa karena pak Yasonna selain menteri juga kader partai politik. Jadi kurang tepat juga menyampaikan hal itu," sambungnya.

Santoso mengatakan, pernyataan Yasonna bisa menimbulkan friksi di masyarakat. Dia minta persoalan Pilpres 2024 itu menjadi roda sejarah.

"Sehingga nanti menimbulkan friksi di tangah masyarakat. Soal boss pak Benny dan boss saya di tahun 2024 jadi atau tidak biarlah roda sejarah yang akan mencatat itu," katanya.

Menanggapi itu, Menkumham Yasonna menyampaikan permintaan maaf dan mencabut pernyataannya. "Sebetulnya itu joke, tapi saya cabut, mohon maaf," ucapnya. 

Tidak Perlu Sampai Baper

Di kesempatan terpisah, Anggota Komisi III Fraksi PDIP Arteria Dahlan membela Yasonna dari serangan kader Partai Demokrat.

"Enggak ada masalah, kan Pak Laoly sudah sampaikan sebelum Pak Santoso keberatan sehingga kalimat 'misalnya-misalnya, sebagai contoh kan masih muda'," kata Arteria kepada wartawan, Kamis (10/06/2021).

Arteria tak melarang kader Partai Demokrat baper dengan candaan Yasonna Laoly. Namun, menurut Arteria tak perlu baper dengan urusan yang dimaksudkan sebagai guyonan.

"Jadi clear, tidak perlu dipolemikkan lagi. Kalau ada yang baper, itu kan hak, kita enggak bisa maksa, tapi pastinya enggak penting banget baper untuk urusan beginian, apa lagi dari awal sudah kita ketahui bersama dalam konteks bercanda," ujarnya.

Benny K Harman dan Santoso merupakan elite Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III seperti Arteria Dahlan. Sementara Yasonna tak menjelaskan siapa 'bos Benny Harman'.

Menurut Arteria, bapernya kader Demokrat itu bukan soal kedewasaan politik. Bila ada candaan Yasonna yang menyinggung pribadi, menurut Arteria tak perlu sampai sakit hati.

"Bukan (soal kedewasaan politik), hanya perlu meyakinkan mereka bahwa semua perdebatan dalam forum rapat komisi untuk tujuan yang mulia, seandainya ada redaksi yang menyinggung diri, tidak perlu dibahas sampai sakit hati," ucap Arteria.

"Komisi III komisi merah putih, kami saling hormat menghormati apalagi terhadap ketua umum partai masing-masing," imbuhnya.