IDI Tuntut Pemerintah Lunasi Utang ke Rumah Sakit! Slamet Budiarto: Khusus RS Muhammadiyah Saja Pemerintah Utang Rp1 Triliun

Slamet Budiarto mencontohkan RS Muhammadiyah di seluruh Indonesia, setidaknya ada Rp1 triliun utang pemerintah yang belum dibayarkan

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta, Slamet Budiarto - Foto: detik.com

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta, Slamet Budiarto, meminta pemerintah segera melunasi utang ke rumah sakit (RS). Slamet mengatakan, pembayaran utang tersebut sangat penting bagi operasional RS dalam menghadapi lonjakan pasien COVID-19. 

"Di rumah sakit itu terjadi dilema. Di satu sisi dia tidak punya keuangan yang baik karena pemerintah belum bayar utang ke RS Rp 10-11 triliun," kata Slamet, Jumat (18/06/2021). 

Slamet mengatakan, utang itu berasal dari biaya penanganan COVID-19 sejak tahun lalu yang sampai saat ini belum diganti oleh pemerintah. 

"Janji menteri kan April sudah selesai semua tapi kenyataannya enggak," kata dia. 

Slamet Budiarto mencontohkan RS Muhammadiyah di seluruh Indonesia, setidaknya ada Rp1 triliun utang pemerintah yang belum dibayarkan. 

"Saya kebetulan ketua asosiasi RS Muhammadiyah, ada 100 RS kurang lebih 1 triliun belum terbayarkan. Ini kami mengimbau pemerintah untuk menyelesaikan," kata dia.

Slamet Budiarto khawatir, jika pemerintah tak segera membayar utang itu, RS tak lagi memiliki dana operasional yang cukup untuk menggaji tenaga kesehatan atau pun dalam menyediakan berbagai alat kesehatan. Karena itu, ia meminta agar pemerintah segera membayar utang tersebut. 

"Kalau memang keuangan pemerintah belum ada, 50 persen dulu. Karena ini membahayakan pasien COVID-19 nanti kematiannya meningkat," kata Slamet. 

Kasus COVID-19 di Jakarta kembali meledak. Kamis kemarin (17/06/2021), penambahan kasus baru menembus angka 4.144 kasus. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, ledakan kasus COVID-19 di Jakarta kemarin, merupakan ledakan kasus tertinggi kedua sejak pandemi COVID-19 berlangsung. 

"Jika kita kilas balik, kasus hari ini mendekati angka tertinggi yang pernah terjadi pada 7 Februari 2021, yang mana mencapai 4.213 kasus dalam sehari," kata Dwi. 

Dengan penambahan tersebut, kini tercatat ada 22.611 kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta. Rumah sakit pun hampir penuh. Hingga kemarin, total tempat tidur yang disiapkan pada 139 RS yang merawat COVID-19 di Jakarta sebanyak 8.524 tempat tidur. Saat ini terisi 84 persen. Sedangkan untuk ICU dari 1.186 tempat tidur yang disediakan, kini terisi 74 persen.

 

kompas