Akibat tak Beli Kartu Pelatihan, 86.878 Peserta Kartu Prakerja 'Dipecat'

Dia juga mengatakan, program kartu prakerja tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja Indonesia ini punya karakteristik khusus yakni sifatnya cash plus

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari - Foto: detik

Jumlah peserta kartu prakerja yang dicabut pada 11 gelombang di tahun ini menurun 81% dibandingkan 11 gelombang di tahun 2020 lalu. 

Tercatat hingga akhir November 2021 peserta kartu prakerja yang dicabut sebanyak 86.878 orang. Jauh menurun dari tahun lalu yang mencapai 478.619 orang. 

“Kami bersyukur, pada tahun ini jumlah kepesertaan penerima Kartu Prakerja yang dicabut karena tak kunjung mengikuti pelatihan pertama turun drastis, hingga 81 persen,” kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari dalam keterangan resminya.

Dia juga mengatakan, program kartu prakerja tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja Indonesia ini punya karakteristik khusus yakni sifatnya cash plus. 

“Beda dengan program perlindungan sosial yang lain, Program Kartu Prakerja ini memberi cash plus, di mana insentif uang diperoleh setelah pelatihan. Jadi ada aspek pengembangan human capitalnya,” terang Denni Puspa Purbasari. 

Denni Purbasari mengingatkan, pembelian pelatihan pertama untuk Gelombang 22 Kartu Prakerja terakhir pada tanggal 30 November 2021. 

“Kami mengingatkan Sobat Prakerja, khususnya peserta Gelombang 22, bahwa batas pembelian pelatihan Kartu Prakerja untuk menghabiskan saldo pelatihan ada pada 30 November 2021 dan batas penyelesaian pelatihan pertama Kartu Prakerja pada 4 Desember 2021,” ujarnya.