DPR Harap Kritik Ahok ke BUMN Jangan Terlalu Berlebihan, Sebaiknya Fokus ke Pertamina

Tommy meminta kepada Ahok untuk tidak berlebihan dalam berkomentar terkait BUMN.

Ahok, Komut Pertamina

Anggota DPR RI Komisi VI Tommy Kurniawan menyoroti aksi saling sahut antara Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Tommy meminta kepada Ahok untuk tidak berlebihan dalam berkomentar terkait BUMN.

"Pernyataan Pak Ahok jangan overlah, yang akhirnya menimbulkan banyak perspektif dan berujung saling sahut. Saya rasa, Pak Ahok lebih baik fokus ke Pertamina, untuk perbaiki kekurangan yang ada," kata Tommy Kurniawan yang juga membidangi masalah BUMN ini, Senin (29/11/2021).

Untuk diketahui, saling sahut ini berawal dari kririk keras Ahok yang menyoroti banyaknya kontrak BUMN justru menguntungkan pihak lain, di Pertamina. Hal ini direspons oleh Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga yang menyatakan tudingan Ahok keliru. Arya menilai Ahok belum belajar apa yang sedang dilakukan BUMN saat ini.

"Diskusi dan bertemu untuk sampaikan kritik dan membenahi sistem kan lebih baik. Dengan begitu masyarakat luas dapat menikmati hasil-hasil yang positif dari Pertamina. Jangan memancing keributan dan berujung saling respon," kata anggota DPR dari Fraksi PKB ini.

Tommy melihat, sejauh ini apa yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membenahi sistem sudah sesuai dengan platform dan berada di jalur yang tepat.

"Jalankan saja sistem atau perkembangan yang sedang dibangun (Kementerian BUMN) ini secara bersama-sama. BUMN-nya maju, tentu masyarakat juga akan ikut merasakannya. Tujuan kita kan itu bagaimana menyejahterakan masyarakat luas. Jangan hanya mengkritik ya," ujar Ketua Umum DKN Garda Bangsa ini.

Ia berharap apa yang sedang ramai diperbincangkan dapat segera diselesaikan bersama-sama, sehingga masyarakat merasakan dampak atau hasil yang dikerjakan oleh BUMN, termasuk Pertamina.